Siswa Tak dapat HP dari Kapolres Langkat, Zoelham Efendi: Keputusan Panitia bikin Murid Sakit Hati

Dibaca: 419 kali  Minggu,15 November 2020 | 08:48:04 WIB
Siswa Tak dapat HP dari Kapolres Langkat, Zoelham Efendi: Keputusan Panitia bikin Murid Sakit Hati
Ket Foto : Siswa SMP Nayla Khamsi saat Berfose di halaman rumahnya

LANGKAT,(PAB)----

Belum lama ini Polres Langkat melaksanakan bakhti sosial Bagi- Bagi HP jenis Android untuk diberikan kepada anak- anak murid berprestasi guna membantu meringankan beban orang tua murid memperoleh fasilitas belajar on line atau daring bagi pelajar.

 

Dan ternyata sebelum proses penyerahan Hp dilangsungkan kepada pelajar calon penerima bantuan Hp tersebut, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi yang tentu tujuannya agar hp sebagai alat fasilitas belajar tersalur tepat sasaran.

 

Namun ada beberapa siswa yang ternyata gagal mendapatkan bantuan Hp dari Kapolres Langkat AKBP Edi Sinulingga Sik meski sudah memenuhi persyaratan yang diminta Tim survey kerjasama aparat Polres Langkat bersama pemerintahan desa setempat.

 

Seperti yang dialami salah seorang siswa MTs bernama Naila Kamsi yang merasa kecewa lantaran keinginannya mendapat sebuah Hp dari Orang nomor satu di Polres Langkat tak memperoleh bantuan hp tersebut.

 

Naila Kamsi, pelajar MTs di Yaspen Muslim Pematang Tengah kecamatan Pematang Jaya, Langkat ini menyatakan kesedihannya kepada orang tuanya, Zuelham Efendi

 

Zuelham Efendi selaku LPMD Desa Pematang Tengah pun bercerita kepada pab-indonesia.co.id tentang apa yang dialami putrinya itu, dikatakannya Nayla sudah difoto tapi tak dapat bantuan hp dari Kapolres Langkat.

 

Dikatakannya awal pendataan siswa calon penerima bantuan hp didata pada tanggal 27 sampai dan 28 Oktober 2020 kemarin, pendataan di lakukan oleh perangkat Polsek bekejasama dengan aparat pemerintahan Desa yakni Kades dan Sekdes.

 

Setelah didata, sang anak di minta untuk berfoto berdiri didepan rumah dengan memakai seragam sekolah.

"Pada tanggal  29 nya semua murid- murid  wajib di foto dirumahnya, siswa disuruh berdiri diluar rumah pake baju sekolah" ujar Zuelham Efendi

 

Dijelaskan Zuelham yang juga Ketua LKLH Kabupaten Langkat  ini bahwa pada hari Selasa siang Kepala Desa Pematang Tengah, Ismanuddin, SE melalui Sekdes menelepon para pihak siswa agar standby dirumah dengan berpakaian seragam sekolah didampingi para guru.

 

Namun sayang, apa yang diharapkan siswa tak dapat mereka peroleh sebagaimana yang para siswa degar dari tim survey.

" Sehari (keesokannya) baru muncul cerita Gono gininya yang membilangkan siswa yang dapat cuma siswa prestasi yang kehidupannya susah" kata Zuelham.

 

Rasa kecewa yang dialami Nayla dirasakannya saat petugas tak kunjung datang.

" Ini bukan persoalan hapenya tapi terkesan seperti dipermainkan oleh oknum desa, sehingga kita kecewa besar khususnya bagi anak- anak sekolah, mereka merasa ditipu" imbuhnya Ketua DPC HNSI ini berharap adanya transparansi penyaluran bantuan dengan ketentuan syarat siswa berprestasi juara I berturut- turut seperti yang di haruskan dalam keputusan tim panitia.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Pura, Iptu Rudi Syahputra, SH ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa program polisi peduli pendidikan adalah programnya Kapolres Langkat dan syarat mendapat bantuan berupa HP adalah siswa kurang mampu yg berprestasi ( Ranking 1 ) dan jumlah HP yang diberikan terbatas makanya siswa yang mendapat HP benar benar dari keluarga kurang mampu. Sabtu (14/11/20). (BA)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »