Kepri Manfaatkan CSR untuk Komunitas Adat Terpencil

Kepri Manfaatkan CSR untuk Komunitas Adat Terpencil
Ilustrasi - Bupati Karimun Aunur Rafiq secara simbolis menyerahkan bantuan alat tangkap nelayan dari program CSR PT Timah, Jumat (23/3). (Antaranews Kepri/Rusdianto)

KARIMUN,(PAB)----

Dinas Sosial Provinsi Kepri memanfaatkan program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan di daerah setempat untuk membantu peningkatan kesejahteraan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Karimun.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri Doli Boniara dalam acara sinkronisasi program dunia usaha dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepri di Tanjung Balai Karimun, Senin mengatakan, Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Karimun salah satu berada di Desa Sei Asam, Kecamatan Belat sebanyak 20 kepala keluarga.

Ia menjelaskan KAT di desa tersebut sebelumnya sudah direkomendasikan agar mendapat bantuan dari Kementerian Sosial untuk menerima bantuan sosial.

Namun, Kemensos baru menyetujui bantuan untuk KAT di Desa Linau, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

"Sedangkan, bantuan dari Kemensos untuk KAT di Desa Sei Asam belum disetujui waktu itu belum ada rekomendasi dari Bupati Karimun," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mencarikan solusi agar KAT di Desa Sei Asam tetap dapat menerima bantuan, salah satunya melalui program CSR dari perusahaan yang beroperasi di Provinsi Kepri.

"Kegiatan yang kita adakan hari ini tujuannya untuk menyinkronkan program dunia usaha dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial, sehingga pemberian bantuan kepada KAT benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat," kata dia.

Untuk penyaluran bantuan tersebut, kata Doli, pihaknya akan membentuk Forum CSR Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Karimun yang nantinya memiliki fungsi untuk melakukan pendataan dan pemetaan terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada KAT di Desa Sei Asam.

Menurut dia, bantuan sosial yang bisa diberikan kepada KAT Desa Sei Asam, bisa berupa pembangunan rumah layak huni yang didukung sarana prasarana seperti tempat penampungan air bersih dan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK).

Selain itu, bantuan juga bisa berbentuk peralatan kerja untuk melaut, fasilitas dan tenaga pendidikan, listrik, dan program pembinaan kesehatan, keluarga, lingkungan dan pendidikan.

"Pada prinsipnya, bantuan ini bertujuan agar Komunitas Adat Terpencil bisa lebih sejahtera," ujarnya.

Komunitas Adat Terpencil di Desa Sei Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun merupakan masyarakat suku asli dan suku laut yang tingkat kesejahteraannya masih jauh dibandingkan warga lain.

"Bantuan untuk KAT bisa juga berbentuk pelayanan kesehatan seperti mendatangkan rumah sakit terapung yang melayani pengobatan secara gratis," ujar Doli Boniara. (antara)

Berita Lainnya

Index