Imigrasi Medan Amankan Warga Malaysia di Rutan Tanjung Gusta

Dibaca: 301 kali  Kamis,06 Juni 2019 | 17:08:25 WIB
Imigrasi Medan Amankan Warga Malaysia di Rutan Tanjung Gusta
Ket Foto :

MEDAN,(PAB)----

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Ismail Bin H Ahmad (60) diamankan Tim Pengawasan Orang Asing (Wasdakim) yang di pimpin Kepala Seksi (Kasie) Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jefrico Daud Marturia, Rabu (5/6/2019) siang.

WNA asal Malaysia ini dijemput dan diamankan tim imigrasi guna menjalani proses pemeriksaan Pendetesian terhadap warga negara asing terkait keberadaannya di wilayah Indonesia, sebelum dideportasi ke negaranya.

Ismail Bin H Ahmad yang juga mengaku sebagai Direktur Agency Isma Senia Berhak ini diamankan dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Kelas I Medan setelah menjalani masa tahanan selama 8 bulan karena terbukti melakukan tindak pidana pengiriman tenaga migran asal Sumatera Utara tanpa mengantongi izin resmi yang berlaku di Indonesia maupun dari negaranya.

Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jefrico Daud Marturia usai menjemput Ismail Bin H Ahmad kepada Pengawal.id mengatakan pihaknya menjemput Direktur Agency Isma Senia Berhak karena masa tahanannya telah berakhir.

“Kami menjemput warga negara Malaysia atas nama Ismail karena (oleh Rutan Tanjung Gusta Medan) telah diberitahukan kepada kami tanggal 5 Juni hari Rabu telah bebas terkait pelanggaran perlindungan pekerja migran. Untuk itu setelah ini kami akan melakukan pendeportasian kepada yang bersangkutan,” Kata Jefrico Daud Marturia usai menjemput warga negara Malaysia di Rutan Tanjung Gusta.

Selanjut kata Jefrico pihaknya akan melakukan pendetensian terhadap warga Malaysai ini sambil menunggu proses deportasi dari Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, “kami akan berkoordinasi dengan Konsulat Malaysia di Medan untuk kelengkapan dokumen perjalanannya,” kata Jefrico.

Terkait kasus pidana yang dilanggar Ismail Bin H Ahmad, Kasie Penindakan Keimigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan ini tidak mengetahui secara pasti. Imigrasi hanya mendapatkan informasi seputar berakhirnya masa tahanan warga negara Malaysia dari pihak Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Kami pihak Imigrasi dapatkan informasi dari pihak Rutan sebagaimana, juga sebelumnya perkara ini ditangani oleh Kepolisian (Polda Sumut). Untuk itu kami dari pihak Imigrasi (hanya) melaksanakan tugas untuk pendeportasiannya,” tandas Jefrico Daud Marturia.

Sementara Ismail Bin H Ahmad, warga Sungai Petani Kedah, Malaysia yang mengaku dirinya sebagai Direktur Agency Pekerja Imigran di Malaysia ini mengatakan ditangkap Polda Sumut pada 18 Oktober 2018 di Jalan Sisinga Manga Raja, Medan Kota karena merekrut dan akan memberangkatkan pembantu rumah tangga.

“Saya ditangkap polisi karena memberangkatkan dan mendampingi pembantu rumah pribadi untuk penjagaan anak saya. Kesalahan saya dianggap kesalahan teknical (administrasi) tidak ada surat izin dari Depnakter,” kata Ismail.

Ismail mengaku sebagai perusahaan agency, Ia memiliki izin resmi di Malaysia, namun ketika berada di Medan ia tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah Indonesia. (***)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »