Batubara, PAB ----
Siang itu, gelombang di perairan Tambun Tulang, Kabupaten Batubara, tak hanya membawa riak laut, tetapi juga ketegangan. Konflik antar nelayan Tambun Tulang, Batubara dan Tojok Kerang, Tanjung Balai, pecah di ruang hidup yang sama, berpotensi meluas jika tak segera diredam, Jumat (23/1/2026).
Laporan para nelayan segera ditindaklanjuti Ditpolairud Polda Sumut. Dipimpin Ipda Handrico Kaban, personel Unit Markas Batubara bergerak cepat menyisir perairan menuju titik konflik.
Di atas kapal patroli, mediasi dilakukan langsung di tengah laut. Polisi mempertemukan kedua kelompok nelayan, membuka ruang dialog, dan mendengarkan keluhan masing-masing pihak secara adil dan terbuka.
Pendekatan persuasif dan humanis perlahan mencairkan suasana. Polisi hadir bukan sekadar penegak hukum, tetapi penengah yang mengedepankan empati, keselamatan, dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai. Dengan wajah tenang, para nelayan saling berjabat tangan, merajut kembali silaturahmi, dan melanjutkan perjuangan mencari nafkah di laut.
Langkah cepat Ditpolairud Polda Sumut ini menegaskan kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir menjaga keamanan perairan sekaligus merawat harmoni sosial dan rasa keadilan demi keberlanjutan hidup nelayan di Sumatera Utara.

