BKP Kelas I Pekanbaru Lakukan Pelepasan Eksport Produk Pertanian

BKP Kelas I Pekanbaru Lakukan Pelepasan Eksport Produk Pertanian

DUMAI, (PAB) ----- 

Badan Karantina Pertanian lewat Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Pekanbaru lakukan pelepasan eksport produk pertanian dan turunannya di Pelabuhan Pelindo Multi Terminal Dermaga C Dumai, Senin (21/11/2022) pagi.

Adapun eksport produk pertanian dan turunannya tersebut senilai Rp 3,7 T, merupakan produksi dari 40 perusahaan di Provinsi Riau.

"Dari Rp 3,7 T nilai eksport tersebut, 3,3 T atau 90% lebih di eksport lewat pelabuhan Dumai," laporan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Almen Maruli Tua Simarmata, SP., M.Si.

Almen Simarmata juga sebutkan, bahwa ada 11 wilayah kerja BKP Pekanbaru, diantaranya Bengkalis, Dumai, Selat Panjang, Bagan Siapi-api, Tembilahan, Sungai Guntung-Inhil, Tanjung Buton-Siak, Sungai Pakning dan Sungai Duku, meliputi karantina tumbuhan dan hewan.

"Nilai eksport bisa tercapai karena adanya gerakan 3 kali lipat semua pihak dari nilai eksport yang ada selama ini. Hari ini secara bertahap dilakukan eksport senilai Rp 422 M ke 5 negara," pungkas Almen.

Walikota Paisal menyebutkan, bahwa Kota Dumai mempunyai peluang besar untuk lakukan kegiatan ekspor dan impor. "Dibutuhkan tenaga ahli yang bisa mengkoordinir petani lokal agar kegiatan ekspor bisa dimaksimalkan," ujar Paisal.

Staff Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektifitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Sahat Manaor Panggabean berucap "Kami di pusat memastikan supaya kelancaran keluar masuk arus barang itu bisa baik ketika Tim CIQP nya berjalan dengan baik", dalam sambutannya.

Tim CIQP yang dimaksud adalah Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port Master (Syahbandar).

"Sekarang yang diutamakan dalam bekerja adalah efektif, efisien dan transparan," tutup Sahat Manaor Panggabean.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ir Bambang, MM., menegaskan, bahwa pihaknya dipercaya mengkoordinir ekspor komoditas pertanian. Khusus wilayah Riau komoditas sawit menjadi primadona, dengan pelabuhannya berada di Dumai.

"Periode bulan ini, dari tanggal 1 Januari hingga 21 November 2022 untuk wilayah Riau kita mengeskpor komoditas sawit senilai Rp3,5 triliun. Dengan tujuan 33 negara,” ujarnya.

Dilanjutkannya, untuk wilayah Riau sawit tetap menjadi primadona. Namun, tidak tertutup kemungkinan komoditas sawit bisa dikembangkan didalam negeri sebelum diekspor.

Menurut Bambang, pelaksanaan eksport yang dilakukan Kota Dumai saat ini telah sesuai dengan Inpres nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Acara ditutup dengan penekanan tombol pelepasan eksport cangkang sawit ke 5 negara.

Selanjutnya, Kaban Karantina Bambang bersama Sahat Manaor Panggabean, Walikota Paisal, Almen Simarmata, Dandim, Kasat Pol Air, perwakilan Kejari, Ketua Kadin, perwakilan perusahaan dan tamu undangan lainnya lakukan peninjauan ke stand yang menampilkan produk mentah dan setengah jadi hasil pertanian yang akan di eksport.

(Eliwaty)

Berita Lainnya

Index