Mahasiswa FSH UIN Sumut Desak WR III Bertanggung Jawab atas Dugaan Cacat Prosedural Pemilihan Ormawa 2026

Mahasiswa FSH UIN Sumut Desak WR III Bertanggung Jawab atas Dugaan Cacat Prosedural Pemilihan Ormawa 2026

Medan, PAB--- 

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara secara resmi menyatakan sikap tegas terhadap dugaan pelanggaran prosedural dalam pelaksanaan Pemilihan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Tahun 2026.
 

Berdasarkan hasil kajian dan dinamika yang berkembang, mahasiswa menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian pelaksanaan tahapan pemilihan dengan Statuta UIN Sumatera Utara Pasal 31 Ayat (4) serta Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). 

Kondisi ini dinilai berpotensi mencederai prinsip demokrasi kampus, asas kepastian hukum, serta nilai keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam proses pemilihan lembaga mahasiswa.
 

Dalam hal ini, mahasiswa menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan, pengawasan, dan penjaminan tertib administrasi kemahasiswaan berada pada Wakil Rektor III selaku pimpinan yang membidangi urusan kemahasiswaan. Oleh karena itu, mahasiswa secara terbuka mendesak Wakil Rektor III untuk tidak bersikap pasif terhadap polemik yang berkembang.
 

“Kami menuntut Wakil Rektor III untuk segera mengambil langkah konkret, objektif, dan adil dalam menyelesaikan persoalan ini. Jika terdapat pelanggaran prosedur atau penyimpangan kewenangan, maka harus ada tindakan korektif yang jelas, termasuk kemungkinan pembatalan tahapan atau penetapan yang tidak sesuai ketentuan,” tegas perwakilan mahasiswa dalam pernyataan sikapnya.
 

Mahasiswa juga mendesak agar seluruh dokumen, tahapan, serta hasil proses pemilihan dibuka secara transparan sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi publik. 

Demokrasi kampus tidak boleh dikelola secara tertutup, apalagi jika menimbulkan dugaan ketidakadilan.
Lebih lanjut, mahasiswa menegaskan bahwa apabila Wakil Rektor III tidak mampu menyelesaikan persoalan ini secara objektif dan profesional, maka pihak rektor sebagai pimpinan tertinggi institusi harus turun tangan langsung demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan mahasiswa terhadap sistem demokrasi kampus.
 

Mahasiswa memastikan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas. Jika dalam waktu dekat tidak terdapat kejelasan dan langkah nyata dari pihak kampus, maka aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar akan kembali digelar sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga supremasi aturan dan integritas kelembagaan mahasiswa.
 

Hidup Mahasiswa!
Tegakkan Aturan, Jaga Marwah Kampus!

Berita Lainnya

Index