PASIR PANGARAIAN, PAB – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu meminta orang tua siswa SMP Negeri untuk bersabar. Program pembagian baju seragam gratis senilai Rp 2 Miliar dari APBD Rohul 2026 belum dapat langsung dibagikan karena saat ini masih dalam tahap penilaian Probity Audit di Inspektorat Daerah.
Program yang merupakan janji Bupati Rokan Hulu H. Anton, ST, MM ini nantinya akan menyasar sekitar 7.100 siswa SMP Negeri yang tersebar di 16 kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohul Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. memastikan program tersebut tidak batal. Penundaan dilakukan agar proses pengadaan berjalan bersih dan sesuai aturan.
"Insyaallah program baju gratis ini tetap berjalan. Saat ini kita masih dalam proses pendampingan dengan Inspektorat Daerah dalam bentuk Probity Audit. Tujuannya agar pelaksanaan nanti lancar, baik, dan tidak ada masalah di kemudian hari," terang Kadisdikpora Rohul, Alreza, Jumat (21/8/2026).
Alreza juga memahami para siswa sudah masuk sekolah sekitar 35 hari. Namun ia meminta masyarakat memaklumi karena program ini menyangkut penggunaan uang negara.
"Kami berharap anak-anak dan para orang tua bersabar. Program ini insyaallah tetap jalan. Kita ingin baju yang dibagikan benar-benar berkualitas dan tepat sasaran," tambah Alreza.
Untuk tahap selanjutnya, setelah proses Probity Audit di Inspektorat selesai, pemerintah daerah akan langsung melanjutkan ke proses lelang pengadaan baju seragam.
"Jadi intinya kita kejar transparansi dulu. Kalau audit perencanaan sudah clear, langsung masuk lelang. Mohon doa dan dukungannya agar 7.100 siswa kita cepat dapat seragam baru," ujar Alreza.
Pemkab Rohul berharap dengan adanya program ini, beban orang tua dapat sedikit berkurang. Sekaligus memastikan seluruh siswa SMP Negeri di Rohul dapat tampil rapi dan percaya diri di sekolah.

