MEDAN, PAB – Aliansi Mahasiswa Merah Putih menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Medan, Senin 20/7/2026. Aksi ini sebagai bentuk protes atas persoalan distribusi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak BBM yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Sumatera Utara.
Massa menilai tata kelola distribusi BBM di wilayah Sumbagut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Kekecewaan juga muncul karena Eksekutif General Manager EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak menemui peserta aksi.
“Penjelasan yang selalu disampaikan perusahaan belum mampu menjawab substansi persoalan maupun memberikan kepastian mengenai langkah konkret untuk perbaikan,” ujar massa aksi.
Koordinator Aksi, Tegar Sianipar, menegaskan kelangkaan dan terganggunya distribusi BBM bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Memperbaiki kondisi yang terjadi merupakan sebuah kewajiban. Namun penderitaan dan kesulitan yang telah dirasakan masyarakat tidak boleh dianggap selesai hanya dengan pernyataan atau janji. Harus ada pertanggungjawaban secara moral, administratif, dan apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan hukum, maka harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Tegar.
Aliansi menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan melalui evaluasi internal perusahaan. Mereka mendesak aparat penegak hukum dan lembaga berwenang melakukan audit menyeluruh guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan distribusi BBM di Regional Sumbagut.
Koordinator Lapangan, Hasri Muda Harahap, menegaskan pihaknya akan terus mengawal hingga ada langkah nyata dari pihak berwenang.
“Kami meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun,” ujarnya.
Dalam aksinya, Aliansi Mahasiswa Merah Putih menyampaikan tiga tuntutan:
1. Mendesak evaluasi total* terhadap sistem pelayanan dan distribusi BBM oleh PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
2. Mendesak audit menyeluruh* oleh aparat penegak hukum dan lembaga berwenang terhadap PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, serta memeriksa pihak-pihak yang perlu diperiksa sesuai hukum.
3. Mendesak EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengundurkan diri* karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab dalam pengelolaan distribusi BBM.
Di akhir aksi, Aliansi menegaskan perjuangan tidak berhenti di tingkat regional. Mereka akan membawa aspirasi dan dokumen tuntutan ke pemerintah pusat serta lembaga penegak hukum nasional.
“Tidak menjadi persoalan apabila hari ini EGM memilih untuk tidak menemui kami. Namun kami memastikan bahwa seluruh tuntutan dan dokumen yang telah kami siapkan akan kami sampaikan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, serta Kementerian BUMN agar persoalan ini mendapat perhatian dan penanganan secara serius sesuai kewenangan masing-masing,” tutup Tegar Sianipar.

