Salah Alamat Uwak Ini, Diduga Sakit Mata Datangi dan Serang Anak Orang Malah Buat Laporan Polisi Minta Uang Damai 15 Juta

Salah Alamat Uwak Ini, Diduga Sakit Mata Datangi dan Serang Anak Orang Malah Buat Laporan Polisi Minta Uang Damai 15 Juta

Binjai, PAB ---

Ntah apa yang merasuki jiwa Pasangan Suami- Istri (Pasutri) inisial HW (50) dan suaminya  melakukan penyerangan ke rumah salah satu warga Laila di Tanah merah, kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, pada tanggal 03 Juni 2026 dengan memaki dan hampir berhasil menganiaya anak perempuan inisial DV (17) yang merupakan tamu berstatus pacar anak Laila.

Ironis, HW warga Medan Helvetia yang tak terima dihalangi memukul DV lantaran dicegah oleh anak pemilik rumah YD (21), HW  justru mengancam melaporkan DV ke Polisi atas tuduhan melakukan penganiayaan terhadapnya dengan menunjukkan mata merah dibalik kaca mata yang dibukanya dan berteriak telah dipukul sehingga memancing kerumunan warga sekitar.

Ternyata benar, tak berselang lama DV dilaporkan ke Satreskrim Polres Binjai, dengan bukti lapor polisi nomor: LP/B//328/VI/2026/Polres Binjai/ Polda Sumatera Utara.

Hal itu diketahui DV saat menerima surat undangan klarifikasi atas peristiwa penyerangan tersebut.

DV yang masih dibawah umur dan tak pernah berurusan dengan Polisi merasa ketakutan dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kedua orang tuanya.

Akibat laporan itu, kedua orang tua DV shok berat, dan ketakutan putri semata wayangnya itu dipenjara memilih meminta damai dengan pelapor HW, namun sayang niat baik orang tua DV justru dibalas dengan kata- kata mengancam.

" Kalau tidak ada 15 juta, anak mu dipenjara" ujar orang tua DV menirukan kata suami HW saat ditemui guna melakukan upaya damai di Medan Helvetia.

Dan upaya meminta damai sudah dilakukan kedua orang tua DV sebanyak dua kali, namun tetap saja permintaan damai pelapor sebanyak 15 juta harus dipenuhi jika tidak maka DV terancam penjara yang membuat DV dan kedua orang tuanya kebingungan lantaran tak memiliki dana sebanyak itu.

DV didampingi sang Ayah bersama kuasa hukum, Andro Oki, S.H lanjut memenuhi panggilan polisi, Jumat (17/7/2026) guna memberikan keterangan lebih lanjut di Satreskrim Polres Binjai.

Dan menariknya kasus ini, terungkap fakta yang mencengangkan, ternyata laporan HW diduga salah alamat, sebab HW dan DV berstatus perempuan dan bahkan DV masih dibawah umur, namun kasusnya ditangani penyidik reskrimum Polres Binjai.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Andro Oki SH.MH memperingati Kasatreskrim Polres Binjai melalui penyidik untuk bertindak profesional terkhusus penanganan kasus anak dibawah umur.

" Saya pertanyakan kepada penyidik mengapa perkara ini tidak diproses diunit PPA, apalagi pemeriksaan terhadap anak sudah diatur dalam ketentuan undang- undang perlindungan anak, apakah penyidik yang memeriksa klien saya sudah memiliki sertifikasi kecakapan dalam memeriksa anak" ujar Oki kepada wartawan.

Lanjut, pria yang akrab disapa Oki ini menyampaikan keterkejutannya atas keterangan DV didepan penyidik, bahwa DV justru yang terlebih dahulu diserang oleh HW dan suaminya dirumah pacarnya saat bertamu.

" Dan akibat penyerangan itu, DV justru dilaporkan padahal dirinya melakukan upaya membela diri dan kehormatannya atas hinaan, cacian bahkan serangan terlapor" ungkap Oki. 

Menilai adanya kejanggalan dalam kasus dan laporan terhadap kliennya ini, Oki mengatakan segera akan melaporkan balik HW dengan perkara dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, penyerangan karena melakukan keributan dirumah seseorang tanpa izin pemilik rumah.

Andro Oki juga mengecam tindakan sipelapor HW bersama suaminya yang meminta biaya perdamaian sebesar Rp 15 juta rupiah, sedangkan luka yang ditumbulkan akibat keributan dirumah orang itu masih diragukan, ada dugaan mata merah HW merupakan sakit mata yang dialaminya karena saksi melihat HW datang sudah memakai kacamata.

" Dia yang nyerang anak orang, dia pulak yang ngaku dianiaya, malah memeras pulak" decak Oki tak habis pikir.

Terpisah, pemilik rumah, Laila mengatakan bahwa kejadian bermula ketika anak nya YD bersama VD sedang berada dirumah, tiba- tiba mereka kedatangan tamu tak diundang masuk kedalam rumah dengan pembawakan marah-marah.

" Pada saat kami ngumpul dirumah, ada orang datang dan masuk sambil teriak teriak maki DV, disitulah mereka berdua ribut pak, bahkan saya dengar HW menyebut DV lonte," ucap Leila kepada wartawan, Sabtu (18/07/26).

Tak ingin pacarnya diserang, YD memasang badan melindungi DV dari serangan brutal HW, akhirnya membuat HW kecewa dan mencoba memfitnah DV dengan kata- kata kasar 

Masih kata Leila, usai peleraian itu, HW keluar rumah sambil mengatakan dirinya dipukul.

"Dia (HW) teriak-teriak dipukul, padahal menurutnya, DV tidak ada memukul HW, hanya saja anak saya meleraikan mereka berdua dan akibatnya tangan DV tidak sengaja tersentuh pipih HW yang diketahui tidak mengalami luka sama sekali" ungkap Laila.

Berita Lainnya

Index