Presiden Mendatang harus Punya Kemampuan Strategic Thinking

Presiden Mendatang harus Punya Kemampuan Strategic Thinking

Jakarta, (PAB-Indonesia)--

Presiden mendatang, harus memiliki dan mengerti dinamika geopolitik dan harus paham tentang strategic thinking. "Orang yang paham soal itu adalah Prabowo Subianto. Karena Prabowo sudah sangat matang dan orang paling setia serta iklhas," kata putri Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid, dalam konferensi pers, usai pertemuannya dengan Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Rabu malam.

Oleh sebab itu, Yenny sebagai representasi dari kelompok Gus Dur merasa harus melakukan komunikasi yang intensif dengan  Prabowo. "Wajib bagi saya sebagai representasi dari kelompok Gus Dur berkomunikasi intens dengan Pak Prabowo untuk mendengarkan kebijakan-kebijakan beliau, memberikan aspirasi kita tentang bentuk negara ke depan harus seperti apa," katanya.

Yenny berpandangan bahwa dinamika geopolitik, merupakan salah satu tantangan yang akan dihadapi ke depan sehingga pemimpin Indonesia harus memahami hal tersebut.

"Dalam kerangka dinamika geopolitik yang sedang berkembang saat ini adalah bahwa ada ketegangan-ketegangan di wilayah kita, letak Indonesia yang dekat dengan negara-negara yang punya potensi pertikaian tinggi," jelas dia.

Yenny juga mengemukakan bahwa setiap zaman membutuhkan karakter pemimpin yang berbeda-beda.

Dia mencontohkan ketika masa transisi kemerdekaan, Indonesia membutuhkan sosok Bung Karno yang revolusioner.

"Lalu, Pak Harto, kita butuh pemimpin yang membangun pasca-kemerdekaan. Pak Habibie, beliau memberikan imajinasi tentang negara yang berbasis teknologi. Gus Dur memberikan pondasi demokrasi dan kesetaraan untuk semua keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Begitu pula ketika Megawati memimpin Indonesia, yang dinilai Yenny mampu mengedepankan populisme dalam kebijakan pemerintahannya, serta Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan contoh bahwa jenderal TNI bisa ikut dalam kontestasi demokrasi.

"Kemudian Pak Jokowi. Pak Jokowi ini memulai untuk take off menuju industrialisasi. Nah, pemimpin ke depannya harus meneruskan program-program dari pemimpin-pemimpin sebelumnya," imbuh Yenny.

“Untuk bacawapres Pak Prabowo, saya berharap itu nanti menjadi representasi anak muda,” kata Yenny .

Menurut Yenny, Indonesia membutuhkan sosok anak muda sebagai bacawapres. Melalui Prabowo, ia berharap kebutuhan tersebut akan terpenuhi. “Karena kita butuh itu. Anak-anak muda terwakili suaranya dan kita harapkan Pak Prabowo siapa pun cawapres yang dipilih bisa mewakili anak muda,” ucap Yenny.

Dia kemudian berkelakar dengan menanyakan pendapat Prabowo terkait pernyataannya tersebut. “Kira-kira begitu ya, Mas Bowo? Cocok enggak, Mas Bowo?” tanya Yenny. “Cocok,” jawab Prabowo.

Yenny menambahkan harapannya bahwa cawapres Prabowo merepresentasikan kaum muda tersebut adalah sebuah kriteria. “Ya. Kriteria dulu. Perkara garis tangan yang jadi, itu lain urusan. Kriteria dulu,” katanya.

Yenny Wahid menambhkan, bahwa banyak kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang mempunyai simpati besar kepada bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto. “Banyak sekali kiai-kiai NU yang punya simpati besar terhadap Pak Prabowo,” kata Yenny.

Yenny pun mengatakan bahwa dirinya memiliki hubungan yang cukup lama dengan keluarga Gus Dur.

Merespons pernyataan Yenny, Prabowo kemudian menyebut beberapa nama yang menurutnya mewakili kaum muda. Menteri Pertahanan itu menyebut nama Menteri BUMN Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, hingga mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Erick muda, Gibran muda. Banyak yang muda,” kata Prabowo.

“Ridwan Kamil oke,” sambung Prabowo menjawab pertanyaan awak media.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan hal yang terpenting menjelang kontestasi pilpres mendatang adalah membangun komunikasi yang baik, demi terciptanya kerja sama.

“Yang paling penting adalah kerja sama, kerukunan, kerja sama tentunya semakin dekat, semakin eksplisit; semakin bagus, tapi kerja sama itu kita bangun supaya nanti sesuai dengan waktu yg tepat, tidak ada masalah yang penting komunikasi yang baik,” kata Prabowo.

"Sebagaimana kalian ketahui, hubungan saya sudah cukup lama dengan keluarga Gus Dur. Puluhan tahun, sejak saya masih remaja, sekarang sudah agak remaja kira-kira. Jadi, hubungannya lama sebelum beliau presiden, selama jadi presiden, dan sesudah jadi presiden," kata Prabowo.

Menteri Pertahanan tersebut juga menyebut hubungannya dengan keluarga Gus Dur tetap terjalin dengan baik hingga kini. (risha)

Berita Lainnya

Index