Tolak Uang Duka dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan

Bantah Ucapkan HS Dianiaya Tahanan, Herman: Usut Tuntas Kasus Kematian dengan Jujur dan Adil

Dibaca: 395 kali  Kamis,25 November 2021 | 20:48:20 WIB
Bantah Ucapkan HS Dianiaya Tahanan,  Herman: Usut Tuntas Kasus Kematian dengan Jujur dan Adil
Ket Foto : Diperlihatkan kondisi mata cedera serius kondisi terakhir almarhum HS sebelum disemayamkan

MEDAN,(PAB)-----

Keluarga korban tewas HS dalam sel tahanan UPPA Polrestabes Medan, Herman menyangkal perkataan yang telah dirilis media on-line Baratayudha.com dengan judul: Diduga Dianiaya Sesama Tahahan Lantaran Tak Setor Uang Keamanan, Hendra Pulang jadi Mayat, atas semua isi dan kalimat yang seakan-akan diucapkannya kepada wartawan atau penulis berita tersebut.

Pernyataan membantah pernah mengucapkan atau memberi keterangan terhadap wartawan media tersebut dikatakan Herman saat berada di Panglima Coffee Jalan HM Said depan Mako Polrestabes Medan, Kamis (25/11/21).

Herman hanya meminta Pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus saudaranya HS yang telah tewas diduga dianiaya didalam sel tahanan dengan kondisi tubuh penuh memar dengan hasil otopsi yang jujur.

Kemudian pernyataan atau keterangan yang disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus menyebut kematian HS karena sakit dibantah keras oleh keluarga.

"Kalau sakit mesti nya dikabarkan kepada keluarga untuk berobat, namun sampai kondisi korban gawat darurat baru lah kami menerima kabar saudara kami sudah meninggal dunia di Rumah sakit Bhayangkara Medan" ungkap Herman.

Selanjutnya, Herman justru mengungkapkan bahwa pada Rabu malam, (24/11/21) pihaknya kedatangan tamu dari Polrestabes Medan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus bersama ajudannya kerumah duka milik orang tua HS.

Firdaus yang datang dimalam itu menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa meninggalnya HS.

Dan masih dari keterangan adik korban penganiayaan, Herman menolak pemberian uang duka dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan,Firdaus.

Firdaus memberikan uang santunan kepada pihak keluarga yang langsung ditolak oleh adik korban , Keluarga korban yang mengalami penganiayaan ditahanan Polrestabes Medan hingga meninggal tidak mengharapkan uang tersebut tapi keluarga korban mengharapkan agar kasus penganiayaan hingga meninggal ini mendapat perhatian serius dari Kapolri , Kapoldasu ,Komnas Ham, Kontras, Ombudsman dan Kompolnas sehingga kasus penganiayaan tahanan dikepolisian tidak terulang kembali.

"Cukuplah abang kami saja yang jadi korban terakhir." Ujarnya.

Sempat disebutkan Firdaus bahwa dirinya turut berduka atas meninggalnya HS, dan dia mengatakan baru satu Minggu bertugas sebagai Kasatreskrim Polrestabes Medan

" Justru sebagai petugas dengan jabatan baru di Reskrim Polrestabes Medan, saya minta agar bertindak adil dan jujur mengungkap kasus kematian saudara saya" jelas Herman.

Herman berharap misteri kematian HS terungkap secara terang-terangan tanpa ada yang ditutup-tutupi, agar apa yang dialami korban dan keluarganya akibat kejadian tersebut berjalan secara adil seadil-adilnya.

"Semoga kasus penganiayaan ini bisa terungkap secara terang benderang tidak ada yang ditutup tutupi dan harapan keluarga siapapun oknum yang terlibat dapat diberikan hukuman sepantasnya, ini masalah menghilangkan nyawa seseorang" kata Herman.

Terkait pernyataan Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus yang menyebut kematian korban akibat sakit deman tinggi tidak sesuai dengan fakta dan bukti bukti foto yang dimiliki pihak keluarga atas kondisi sekujur tubuh almarhum penuh dengan memar mamar bekas penganiayaan yang sangat tidak wajar.

" Pihak keluarga sangat menyayangkan keterangan yang diberikan oleh Kasat Reskrim bahwa abang kami meninggal karena mengalami sakit karena deman tinggi tidak sesuai dengan fakta dan bukti bukti foto yang dimiliki pihak keluarga di sekujur tubuh almarhum yang penuh dengan memar mamar bekas penganiayaan yang sangat tidak wajar dan pihak keluarga juga mempertanyakan apakah begini caranya mengadili seseorang yang belum ada sama sekali putusan dari pengadilan yang memvonisnya bersalah" sesal Herman.

Masih kata Herman, pihak keluarga merasa sangat kehilangan sekali yang mana almarhum masih memiliki anak yang masih kecil-kecil, jadi kami atas nama keluarga almarhum meminta keadilan yang seadil adilnya atas penganiayaan yang hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

(Rudi)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »