Pedagang Pakaian Lesu

Jelang Lebaran Idul Fitri 1442 H, Pasar Pekan Sialang Buah Tampak Sepi

Dibaca: 291 kali  Sabtu,01 Mei 2021 | 21:38:02 WIB
Jelang Lebaran Idul Fitri 1442 H, Pasar Pekan Sialang Buah Tampak Sepi
Ket Foto :

DERDANG BEDAGAI,(PAB)----

Menjelang 12 hari lagi lebaran Pasar Pekan Sialang Buah yang terletak di Desa Pekan Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai,(Sergai) Sumatera Utara, masih tampak sepi. Seperti pedagang pakaian dan sandal maupun Aksisoris belum terlihat ramai di serbu masyarakat yang biasanya membeli dan memakai baju baru dan sepatu maupun sandal baru bila Hari Raya Idul Fitri tiba.

Hal ini pun sudah menjadi istilah tradisi baju baru, sandal dan sepatu baru bila hari lebaran tiba. Khususnya bagi umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan mencapai kemenangan selam berpuasa 1 bulan penuh.

Sehingga para orang tua yang mampu, wajib membelikan baju baru kepada anak anaknya. Apalagi melihat anak anaknya yang patuh saat menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan.

Seperti ibu Sulia (42) Warga Desa Setrak Dusun III Kecamatan Teluk Mengkudu,
terlihat bersama anaknya sedang memilih pakaian baru saat berlangsungnya Pasar Pekan Sabtu di Desa Pekan Sialang Buah pada Sabtu, (1/5/2021). pagi .

IMG-20210501-WA0091Saat di hampiri PAB Indonesia.co.id di lokasi Pasar tersebut, Ibu Sulia mengatakan, dirinya sedang ingin membelikan baju baru untuk anak lelakinya Sebut saja Heri (14).

” Saya lagi ingin belikan baju baru pak, untuk anak saya yang laki- laki di pakai lebaran nanti. Karena dia rajin berpuasa dan insya Allah puasanya nutup tahun ini, ” ucap Sulia.

Sementara dilokasi Pasar Pekan Sabtu Pekan Sialang Buah, para pedagang pakaian masih sepi dan belum ramai dari pembeli.

Perihal ini pun diakui Pedagang pakaian Endri (42) asal Kecamatan Perbaungan yang biasanya menjelang lebaran bisa terjual hingga 100 potong pakaian, namun tahun ini terlihat lesu di tambah dampak perekonomian masyarakat lemah, karena covid-19 ini masih berlangsung Katanya.

“Bisa mengabiskan (laku) 50 potong pakaian aja udah hebat bang, sekarang kami para pedagang sulit bang, ada Virus Corona ini , pengaruhnya besar
sama masyarakat dan perekonomian sehingga daya beli masyarakat kurang”, Ujarnya sambil melayani pembeli pakaian.(Bambang)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »