Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Kota Dumai 2026, Wako Paisal: Perang Melawan Narkoba Harus Lebih Keras

Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Kota Dumai 2026, Wako Paisal: Perang Melawan Narkoba Harus Lebih Keras

DUMAI, PAB– Pemerintah Kota Dumai menggelar Apel Pembentukan Satgas Anti Narkoba Kota Dumai Tahun 2026, Jumat (22/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di Lapangan Kantor Wali Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Dumai Paisal dan dihadiri Kepala BNN Kota Dumai AKBP Sasli Rais, Kapolres Dumai AKBP Angga F. Herlambang serta Dandim 0320 Dumai yang diwakili Wadanramil 01 Bukit Kapur Kapten Inf K.H. Meha.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal, S.STP., M.Si., Komandan Satrad 104/Dumai Letkol Lek Makmur, S.T., M.M., serta Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris S.E., M.M.D.S. yang diwakili Dandenpomal Lanal Dumai Mayor Laut PM Fajar Untung Tri Sutopo.

Selain itu, Dandenarhanud 004/WSBY diwakili Pasi Pers Denarhanud 004 Letda Arh Ferdinan Barus, Ketua Pengadilan Negeri Dumai diwakili Panitera Muda Pidana Sapriono, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Dumai diwakili Sekretaris Pengadilan Agama Dr. Darsono, S.Pd.I., M.H., serta Kajari Dumai yang diwakili Kepala Subseksi Penuntutan pada Seksi Tindak Pidana Umum Ika Felastri, S.H. Kegiatan tersebut juga dihadiri tamu undangan sekitar 30 orang.

Dalam amanatnya, Wali Kota Dumai Paisal menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus terus digelorakan bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, posisi geografis Provinsi Riau yang berdekatan dengan negara tetangga menjadikan daerah ini rawan menjadi jalur masuk peredaran narkoba internasional.

“Data menunjukkan negara tetangga menjadi kawasan masuknya narkoba terbesar yang beredar di Provinsi Riau. Bagi kita di Kota Dumai, hal ini sangat mengkhawatirkan karena salah satu pintu masuk dan keluarnya arus barang serta orang ke luar negeri adalah kota ini,” ujarnya.

Paisal mengatakan, Kota Dumai memiliki sejumlah pelabuhan yang terhubung langsung dengan Melaka, Port Klang dan Port Dickson sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat terhadap ancaman penyelundupan narkotika.

Meski memiliki posisi strategis yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif, Pemerintah Kota Dumai disebut tidak pernah lengah dalam melakukan upaya pencegahan narkoba.

“Kota Dumai telah diperkuat dengan berbagai kegiatan cegah narkoba sebagai upaya konkret menciptakan keterpaduan dan sinkronisasi program. Berbagai seminar, pembentukan relawan hingga kegiatan edukasi terus dilakukan untuk mencegah barang haram ini beredar luas di daerah kita,” katanya.

Ia menambahkan, sinergitas antara aparatur pemerintah, TNI, Polri serta masyarakat terus diperkuat. Bahkan program kampung tangguh anti narkoba terus direvitalisasi sebagai benteng perlindungan masyarakat.

Menurut Paisal, deklarasi dan apel kesiapan Satgas Anti Narkoba merupakan bentuk komitmen tegas seluruh pihak dalam memerangi peredaran narkotika di Kota Dumai.

“Walau bagaimanapun kerasnya usaha mereka meracuni anak bangsa, usaha kita akan jauh lebih keras lagi mencegahnya. Satgas ini diharapkan menjadi alat gerak bersama yang bekerja cepat, terintegrasi dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Dumai dan seluruh pihak yang telah menggagas pembentukan Satgas Anti Narkoba sebagai langkah nyata melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Sementara itu, Kapolres Dumai Angga F. Herlambang menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Anti Narkoba sebagai bentuk komitmen bersama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Dumai.

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari narkotika jenis sabu seberat 10.116,42 gram, daun ganja kering seberat 406,01 gram, serta pil ekstasi sebanyak 478 butir dengan berat total 224,94 gram.

Berita Lainnya

Index