Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) Kecam Narasi KontraS Sumut: Dukung Penuh Sinergitas POMAL dan Kapolres Belawan dalam Memberantas Kriminalitas

Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) Kecam Narasi KontraS Sumut: Dukung Penuh Sinergitas POMAL dan Kapolres Belawan dalam Memberantas Kriminalitas

BELAWAN, PAB – Menanggapi pemberitaan dan rilis pers yang dikeluarkan oleh KontraS Sumatera Utara pada Rabu, 29 April 2026, yang menyudutkan peran Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) dan Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan, Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) menyatakan sikap keberatan dan kecaman keras.

Ketua Umum LAAB, Ustadz Muhammad Nabawi, menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh pihak luar yang tidak merasakan langsung penderitaan warga Belawan adalah bentuk "teori di atas luka masyarakat.Beliau menilai tuduhan KontraS mengenai "Ilusi Keamanan" dan "Militerisasi" adalah upaya mendiskreditkan institusi negara yang saat ini justru sedang menjadi tumpuan harapan warga di tengah maraknya aksi begal, tawuran, dan premanisme (06/05/2026).

Poin-Poin Bantahan dan Pernyataan Sikap LAAB:
1. Sinergitas TNI-Polri Bukanlah Pelanggaran, Melainkan Kebutuhan Darurat
Ustadz Muhammad Nabawi menyatakan bahwa kehadiran POMAL yang bersinergi dengan Polres Pelabuhan Belawan di bawah kepemimpinan Kapolres saat ini merupakan langkah taktis yang sangat dibutuhkan.

"Belawan bukan dalam kondisi normal yang bisa diselesaikan hanya dengan diskusi di meja kerja. Kami menghadapi teror nyata di jalanan. Sinergi POMAL dan Polri adalah bentuk implementasi UU No. 34 Tahun 2004 tentang OMSP untuk membantu Kamtibmas. Menuding ini sebagai 'pelanggaran kewenangan' adalah sikap yang abai terhadap keselamatan nyawa warga Belawan," tegas Ustadz Nabawi.

2. Membela Nama Baik Institusi dari Tuduhan Tak Berdasar
LAAB mengecam keras upaya penggiringan opini yang menyebut adanya tindak kekerasan berlebihan. Menurut LAAB, tindakan tegas yang terukur terhadap pelaku kriminalitas jalanan yang bersenjata tajam adalah prosedur penyelamatan publik. Menggiring opini seolah-olah aparat bertindak sewenang-wenang tanpa bukti hukum yang sah di pengadilan adalah pencemaran nama baik institusi POMAL dan Polri.

3. KontraS Dinilai Tidak Peka Terhadap Realitas Sosial Belawan
Terkait pernyataan KontraS mengenai akar masalah kemiskinan dan pendidikan, LAAB sepakat namun menekankan prioritas.

"Kita tidak bisa bicara soal memperbaiki pendidikan kalau anak-anak sekolah kita takut keluar rumah karena diancam senjata tajam oleh gerombolan kriminal. Penegakan hukum adalah pintu masuk sebelum pembangunan ekonomi bisa berjalan. KontraS jangan hanya melihat dari sisi pelaku yang tertangkap, lihatlah ribuan korban masyarakat sipil, pedagang kecil, dan buruh pelabuhan yang dirampok," lanjutnya.

4. Dukungan Total Terhadap Kapolres Belawan dan Danpomal
LAAB memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajaran Pomal atas keberanian mereka masuk ke wilayah-wilayah rawan (zona merah). LAAB menilai situasi saat ini justru menunjukkan kehadiran negara (State Presence) yang nyata, bukan sekadar simbolik.

5. Seruan Kepada Masyarakat
Ustadz Muhammad Nabawi mengimbau seluruh warga Belawan untuk tidak terprovokasi oleh rilis-rilis yang mencoba membenturkan masyarakat dengan aparat keamanan. LAAB meminta pihak-pihak di luar Belawan untuk berhenti melakukan intervensi narasi yang justru melemahkan semangat aparat dalam memberantas kejahatan.

Pernyataan Penutup
"Kami atas nama masyarakat Belawan, melalui LAAB, menyatakan tetap berdiri di belakang POMAL dan Kapolres Belawan. Jika ada pihak yang keberatan dengan keamanan yang mulai kondusif di Belawan saat ini, patut dipertanyakan kepentingan apa yang mereka bawa. Jangan korbankan ketenangan kami demi agenda populisme HAM yang sempit," tutup Ustadz Muhammad Nabawi.

Berita Lainnya

Index