Wonogiri, PAB -
Anak-anak sekolah di sekitar Sungai Keduwang, Desa Sembukan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pangandaran, dulu harus basah-basahan menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah. Kini, Jembatan Gantung Garuda telah rampung dibangun sehingga anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Sebelum jembatan gantung dibangun, Sungai Keduang menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat. Selain anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai, mobilitas warga juga terbatas karena jalur tersebut merupakan akses penting bagi kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto melalui TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Pembangunan dimulai pada akhir November 2025 dan rampung pada Januari 2026.
Jembatan gantung ini memiliki panjang 120 meter dan lebar 1,5 meter, menghubungkan Dusun Bulak dan Dusun Pengkol Desa Sembukan, Kabupaten Wonogiri.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Anak-anak sekolah tidak lagi harus basah-basahan menyeberangi sungai, sementara mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian berjalan lebih lancar.
Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.
Banyak lokasi di Jawa Tengah diidentifikasi sebagai area rawan akses karena minimnya jembatan penghubung, sementara sungai-sungai kecil kerap menjadi penghalang yang membahayakan keselamatan anak sekolah dan warga.
Warga bahkan harus menggunakan rakit, berenang, atau berjalan memutar jauh untuk sekadar sampai ke sekolah atau ke ladang mereka. Isu ini juga memicu respons pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jembatan demi keselamatan dan mobilitas masyarakat.

