Solusi jadi Raja di Kerajaan Siak Sri Indrapura, Tegakkan Sejarah

Solusi jadi Raja di Kerajaan Siak Sri Indrapura, Tegakkan Sejarah

Penulis:

Tengku Ir. H. AMIR AHMAD ABDUL DJALIL MUAZAMSYAH, Generasi ke-6, dari Raja Siak ke 5,  pendiri Kota Pekanbaru. SALAM SANTUN BERBUDAYA..????

 

SEJARAH : Kerajaan Siak Sri Indrapura pada mulanya didirikan oleh seorang Raja, bernama Sultan Abdul Djalil Rahmatsyah, pada tahun 1723, ketika beliau digusur dari tahtanya di Kerajaan Johor, Malaysia.

Sultan Abdul Djalil Rahmatsyah lebih dikenal dengan sebutan Raja Kechik. 

Raja Kechik adalah anak daripada Raja Johor 10, yaitu Sultan Mahmud Mangkat Dijulang. 

Pertama kalinya Kerajaan Siak Sri Indrapura berpusat di Buantan, sekarang masuk Kabupaten Siak.

Setelah Raja Kechik mangkat, diganti dengan anaknya, Raja Buwang Asmara, otomatis menjadi Raja Siak 2.

Petaka terjadi. Dimasa Raja Buwang Asmara, terjadi peperangan dengan Belanda atau lebih dikenak dengan perang Guntung 1.

Berawal di masa perang Guntung tersebut, pusat Kerajaan Siak dipindah ke Mempura dan tidak lagi di Buantan. 


Sepeninggal Raja Buwang Asmara, tongkat kerajaan diganti anaknya bernama Raja Ismail, yang menjadi Raja Siak 3, dan kemudian diambil alih oleh paman Raja Alam, sesuai wasiat Raja Buwang Asmara, agar tahta kerajaan diserahkan pada pamannya. 

Dimasa Raja Alam, yang menjadi Raja Siak ke-4, pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Bukit Senapelan.

Waktu berlalu, Raja Alam mangkat, maka diganti anaknya Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah, yang jadi Raja Siak ke 5.

Dimasa Raja Muhammad Ali, regulasi pemerintahan berkembang, khususnya bidang perdagangan.

Maka Raja Siak ke 5, diberi gelar sebagai pendiri kota Pekanbaru. 

Pada masa Raja Muhammad Ali memerintah, tampuk pimpinan direbut kembali oleh Raja Ismail.

Sehingga Raja Ismail menjadi Raja siak ke 6.

Ketika Raja Ismail mangkat, tongkat komando beralih ke anaknya Raja Yahya.

Sehingga Raja Yahya menjadi Raja siak ke 7.

Kemudian Raja Yahya digulingkan atau dikudeta oleh Sayyed Ali, merupakan dua pupu dari Raja Yahya, berketurunan Arab.

Yang bundanya adalah Tengku Embong Badariah, anak perempuan dari Raja Siak 4, yaitu Raja Alam atau adik perempuan dari Raja Siak 5, Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah. 

Sehingga mangkatnya Sayyed Ali, diganti dengan anak laki-lakinya, yaitu Sayyed Ibrahim.

Kemudian Sayyed Ibrahim mangkat, diganti dengan Sayyed Ismail.

Mangkatnya Sayyed Ismail kemudian diganti Sayyed Kasim 1.

Sayyed Kasim1 mangkat, diganti Sayyed Hasyim.

Sayyed Hasyim mangkat diganti anaknya, Sayyed Kasim 2 (Sultan Syarif Kasim 2).

Karena Sultan Syarif Kasim 2 tidak punya zuriat (keturunan), sampai saat ini Kerajaan Siak belum memiliki Raja penerus.

MENEPIS ISU...

Akhir-akhir ini kita mendengar bahwa ada yang mau menjadi Raja Siak, yaitu Syarif Muhammad Syatir dari Majelis Kesultanan Siak Sri Indrapura, yang masih mengaku dari turunan Raja Siak 11, Sultan Syarif Kasim 1.

Kemudian oleh mereka, hal ini diperkuat oleh adat resam warisan Kerajaan Siak Sri Indrapura, yaitu Tengku Mukhtar Hanum, yang masih mengaku keturunan dari Raja Siak 10, yaitu Syarif Ismail, juga dari Kumpulan Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura yaitu Syarif Ridwan, yang masih mengaku turunan dari Raja Siak II, Sultan Syarif Kasim.

Seperti kita ketahui bersama, yang mau menduduki atau yang mau memproklamirkan diri menjadi Sultan Siak, masih mejadi kemelut dan tentunya kita sangat menyayangkan hal ini.

Bicara tentang Kerajaan Siak, dan yang mau menjadi Raja/Sultan di Kerajaan Siak Sri indrapura, semua merupakan turunan Raja.

Dan harus diikuti, serta tidak bisa secara sepihak mengklaim ia punya hak absolut.

Karena Kerajaan Siak masih punya daulat.

Saran saya kepada Tengku Mukhtar Hanum dari adat resam warisan Kerajaan Siak Sri Indrapura, beliau harus bijak mengumpulkan beberapa orang tua/tokoh Siak, sekaligus dilengkapi dengan menghadirkan ahli spiritual/supranatural yang diangkat sumpah, disamping berziarah.

Buka dialog gaib dengan Sultan Syarif Ismail, Raja Buwang Asmara, Raja Alamuddin dan Raja Kechik di Buantan, apa betul beliau diperkenankan menjadi Raja Siak Sri Indrapura, sesuai klaim nya.

Begitu juga kepada saudara, begitu juga kepada saudaraku, Syarif Ridwan dari Kumpulan Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Hal sama juga berlaku. Kumpulkan beberapa orang tua/tokoh dari Siak, dilengkapi oleh ahli spiritual/supranatural disamping berziarah, yang sudah diangkat sumpah.

Buka dialog gaib dengan Raja Siak 11, Sultan Syarif Kasim1, Raja Buwang Asmara, Raja Alamuddinsyah dan Raja Kechik di Buantan. Apakah beliau diperkenankan menjadi Sultan di kerajaan Siak Sri Indrapura.

Benarkah beliau diperkenankan jadi Sultan di Kerajaan Siak Sri Indrapura...?

Apabila ini bisa dilakukan yang bersangkutan, maka terjawab siapa yang direstui untuk jadi Raja Siak, sesuai petunjuk alam ghaib.

 

 


(ES)

Berita Lainnya

Index