Beijing, (PAB) -----
Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan biodiesel China yang diperkirakan mencapai sembilan juta ton per tahun.
"Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan memasok biodiesel ke sini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Beijing, Kamis (15/6) malam.
Sampai saat ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China, demikian pernyataan Luhut tanpa menyebutkan alasannya.
Berdasarkan data di Kemenko Kemaritiman, Indonesia memiliki persediaan sekitar 10 juta ton biodiesel yang belum terpakai.
China sendiri sampai saat ini baru menggunakan biodiesel tidak lebih dari satu juta ton yang diperkirakan impor dari Malaysia. Demikian pula dengan kelapa sawit dari Indonesia yang masuk ke China masih sangat terbatas.
"Kalau biodiesel bisa masuk ke sini, maka petani kelapa sawit pun kita bisa menikmati hasil panennya. China butuh, kami punya," ujar Luhut menambahkan.
China telah meratifikasi Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim. China bersama Amerika Serikat tercatat menghasilkan 45 persen emisi global sehingga membutuhkan pengurangan emisi karbon 60-65 persen per unit GDP hingga 2030.
Untuk merealisasikan pengurangan emisi karbon, negeri Tirai Bambu itu harus memanfaatkan energi berbasis nonfosil sekitar 20 persen dari keseluruhan konsumsi energi.
Dalam upaya pemanfaatan energi nonfosil itu, China memproyeksikan lima persen menggunakan bahan bakar biodiesel.
Terkait hal itu, Indonesia mengajukan beberapa tawaran, di antaranya perusahaan di Indonesia membangun pabrik pengolahan dan mengekspor kelapa sawit ke China. Kemudian minyak kelapa sawit tersebut diolah di beberapa pabrik pengolahan minyak kelapa sawit menjadi biodiesel di China.
Selain itu, perusahaan China melakukan investasi di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Indonesia dan mengolahnya menjadi biodiesel untuk selanjutnya diekspor ke China. Demikian seperti dikutip dari LKBN Antara.
Alternatif lain yang ditawarkan Kemenko Kemaritiman adalah mendirikan proyek bersama sejumlah perusahaan dari berbagai bidang industri untuk meningkatkan penggunaan biodiesel.
Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Beijing pada 15-17 Juni 2017, Luhut didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta sejumlah pengusaha dari Indonesia, termasuk beberapa direktur BUMN.
Mereka bertemu beberapa pejabat setingkat menteri dan para pengusaha di China.(rdt)
Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Biodiesel China
Redaksi
Jumat, 16 Juni 2017 - 11:04:47 WIB
Pilihan Redaksi
IndexKetum DPP PIMA Indonesia Pimpinan Pengambilan Sumpah Jabatan Ketua DPW PIMA Jawa Tengah
Kodaeral I dan PIMA Indonesia Bakti Sosial di Pulau Halang
Nelayan Muara Angke Adakan Ritual Nyadran
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi
Babinsa Plumbungan Pantau Harga Sembako, Pastikan Stok dan Daya Beli Warga
Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:51:01 Wib Ekonomi
Semarak HUT ke-81 RI, Imigrasi Belawan Gelar Layanan Program Eazy Paspor di UMA
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:21:28 Wib Ekonomi
Perluas Dukungan untuk Ekosistem Transaksi Kampus, BTN Luncurkan 9.800 KTM Co-Branding USU
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:37:56 Wib Ekonomi
Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026
Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:32:26 Wib Ekonomi

