Proyek Rp397 Juta Dianggarkan, Jembatan Desa Baru Pancur Batu Dibangun di Atas Pondasi Lama, Warga Protes

Proyek Rp397 Juta Dianggarkan, Jembatan Desa Baru Pancur Batu Dibangun di Atas Pondasi Lama, Warga Protes

DELI SERDANG, PAB--- Proyek pembangunan jembatan pelat beton di Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang senilai Rp397 juta menuai sorotan warga. Alih-alih kokoh, pengerjaan proyek tersebut dinilai asal jadi karena pondasi baru ditumpuk di atas pondasi lama yang sudah lapuk.

Keluhan warga disampaikan langsung kepada awak media, Senin (3/8/2026) pukul 13.31 WIB. Tokoh Masyarakat Desa Baru, Evadison Tarigan bersama warga mendatangi lokasi untuk menyuarakan kekecewaan.

Fakta di lapangan menunjukkan struktur pondasi baru tidak dibangun dari awal, melainkan ditumpuk di atas bangunan jembatan lama.

"Kami muak! Anggaran ratusan juta, hasilnya kayak tambal sulam. Ini jalur utama truk material berat lewat tiap hari. Kalau ambles siapa yang tanggung? Negara? Atau nyawa warga," tegas Evadison dengan nada kecewa.

Pelaksana proyek, Saidik, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pondasi baru memang sengaja ditumpuk di atas jembatan lama.

Metode tersebut memicu pertanyaan warga. "Siapa yang menyetujui metode kerja seperti ini? Mana pengawasan dari Dinas terkait? Mana konsultan?" lanjut Evadison.


Bagi warga Desa Baru, jembatan ini merupakan harapan yang sudah ditunggu sejak 1998 atau hampir 3 dekade.

"Saat usulan akhirnya dikabulkan Pemkab Deli Serdang, warga sempat bersyukur. Tapi harapan itu langsung mati saat melihat hasilnya, kerjaan asal-asalan yang akan menimbulkan kekecewaan di belakang hari," ujar Evadison.

Ia menegaskan warga membutuhkan jembatan yang benar-benar kuat dan layak pakai jangka panjang. "Kami minta jembatan yang kokoh, kuat, untuk anak cucu. Bukan jembatan kertas yang 1 tahun langsung hancur. Ini vital bagi kami."


Warga mendesak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi terhadap teknis pelaksanaan dan pengawasan proyek.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait metode pelaksanaan dan mekanisme pengawasan proyek jembatan pelat beton Desa Baru tersebut.

Warga berharap Rp397 juta anggaran APBD yang digunakan tidak menjadi pemborosan dan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman, kokoh, serta bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.


Sebelumnya , amarah warga Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu meledak. Proyek pembangunan plat beton ruas Jalan Pancur Batu - Durin Tonggal resmi diberhentikan warga pada Sabtu, (1/8/2026). Alasannya, pengerjaan proyek diduga dilakukan asal jadi dan tidak sesuai standar.

Proyek senilai Rp397.000.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Deli Serdang itu dikerjakan oleh CV Melva Jaya Kontraktor di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang diprotes warga.

Warga Temukan Pondasi Tidak Digali,
kekecewaan warga memuncak setelah melihat proses pengerjaan di lapangan.

"Pondasi cor untuk plat beton itu harusnya digali dulu. Ini tidak. Langsung ditimpa dan dicor begitu saja di atas tanah. Mau nipu siapa," tegas Dison Tarigan, warga sekitar, Sabtu (1/8/2026).

Bagi warga, penghentian proyek bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan. Ini adalah bentuk protes atas penggunaan uang rakyat yang dinilai tidak tepat.

"Kami bayar pajak. Masa jalan untuk kami sendiri dikerjakan asal-asalan? Kami stop! Kami tidak mau uang negara dihamburkan untuk proyek abal-abal," lanjut Dison dengan nada geram.


Warga menuntut Kepala Dinas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi total terhadap proyek tersebut.

"Kami tidak menolak pembangunan. Tapi kalau pakai uang negara, kerjakan yang benar. Yang bertanggung jawab. Jangan permalukan kami," pungkasnya.

Warga khawatir dana sebesar Rp397 juta anggaran daerah akan melayang sia-sia hanya karena kontraktor mengejar keuntungan cepat tanpa memperhatikan kualitas.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja dari CV Melva Jaya Kontraktor sudah meninggalkan lokasi setelah proyek diberhentikan oleh warga.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang diharapkan segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah tegas agar proyek infrastruktur yang menggunakan uang rakyat benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berita Lainnya

Index