Masten Purba Bantah Tuduhan Penganiayaan terhadap Dermawan Purba di Simalungun

Masten Purba Bantah Tuduhan Penganiayaan terhadap Dermawan Purba di Simalungun

SIMALUNGUN, PAB– Masten Purba membantah tuduhan yang menyebut dirinya bersama dua saudaranya melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap Dermawan Purba. Ia menegaskan tidak berada di lokasi saat perkelahian terjadi.

Melalui keterangan yang disampaikan pihak Masten Purba, peristiwa tersebut bermula dari cekcok antara Masron Purba dan Dermawan Purba di warung milik Jariaman Purba. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi keributan dan perkelahian.


Pihak Masten Purba menyatakan Masron Purba justru lebih dahulu dikeroyok oleh tiga orang, yakni Dermawan Purba, Jariaman Purba selaku pemilik warung, dan Jasudin Saragih yang disebut sebagai keluarga Suhendra Saragih.

Keributan tersebut kemudian terdengar oleh Wan Feri Purba yang berada tidak jauh dari lokasi. Ia disebut datang dengan tujuan melerai. Namun kehadirannya justru dianggap sebagai bagian dari kelompok Masron Purba sehingga situasi semakin memanas dan perkelahian berlanjut dengan posisi tiga orang melawan dua orang.


Menurut keterangan Masten Purba, ia baru tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah keributan mereda. Kedatangannya disebut untuk menenangkan situasi dan mengajak kedua adiknya, Masron Purba dan Wan Feri Purba, pulang ke rumah.

“Saat saya tiba, saya masih melihat Dermawan Purba dalam keadaan sehat dan bugar setelah perkelahian tersebut,” ujar Masten Purba.

Ia juga mengaku sempat dihalangi untuk mendekat oleh Tulaman Saragih, Jariaman Purba, Jhon Elias Efendi Purba, dan Herlina Damanik. Setelah situasi kondusif, massa membubarkan diri dan ia pulang bersama kedua adiknya.


Pascakejadian, Dermawan Purba melaporkan Masten Purba, Masron Purba, dan Wan Feri Purba ke Polsek Silou Kahean. Ketiganya kini berstatus sebagai terlapor.

Masten Purba menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penganiayaan secara bersama-sama karena baru datang setelah kejadian. Ia juga menyatakan Masron Purba merupakan pihak yang lebih dahulu menjadi korban pengeroyokan, sementara Wan Feri Purba datang untuk melerai.

Berita Lainnya

Index