Rokan Hulu,PAB ---- Polsek Rambah Samo, Polres Rokan Hulu, melakukan pengecekan pertumbuhan tanaman jagung H+1 tanam pada Rabu, 3 Juni 2026. Pemantauan dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare milik Kelompok Tani Sumber Mulyo, Dusun Sumber Rejo, Desa Marga Mulya.
Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H., turun langsung ke ladang bersama jajaran untuk memantau jagung varietas Pioner 32 Singa di RT 24 RW 08. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan.
Hasil pengecekan H+1 menunjukkan kondisi lahan optimal. Tanah mineral hitam dinilai subur dan cocok untuk jagung. Ketersediaan air tadah hujan mencukupi sehingga fase awal pertumbuhan berjalan aman. Benih juga telah beradaptasi dan siap memasuki masa pertumbuhan. Dengan kondisi tersebut, target panen 20 September 2026 masih sesuai rencana.
"Menanam itu mudah. Yang berat justru perawatannya setelah tanam. Ada hama, air kurang sedikit tanaman bisa layu, rumput juga cepat tumbuh. Makanya saya selalu katakan, ketahanan pangan itu maraton, bukan sprint. Tidak ada yang instan, adanya konsisten," ujar IPDA Sarlose Mesra saat mengecek barisan tanaman bersama Koordinator Lahan Sukino.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi, S.Pdi, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Marga Mulya H. Santoso, Tr.P, serta anggota Kelompok Tani Sumber Mulyo. Kolaborasi tiga pilar terlihat jelas: Polri menjaga keamanan lahan, petani merawat tanaman, dan BUMDes Mitra Usaha Mulya memberikan dukungan ilmu dan pupuk.
IPDA Sarlose Mesra menegaskan komitmen Polsek Rambah Samo hingga masa panen tiba. Komitmen itu diwujudkan melalui tiga hal. Pertama, patroli pangan berupa sidak pertumbuhan tanaman dan antisipasi hama setiap minggu. Kedua, pendampingan dan penyemangat kepada petani, di mana PPL memberikan ilmu dan polisi memberikan tenaga. Ketiga, perawatan dilakukan secara gotong royong dari awal tanam hingga panen, agar hasilnya dapat dinikmati warga.
"Polisi hadir tidak hanya ketika sirine berbunyi. Tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pendampingan, termasuk saat mengecek tanaman. Lahan 1,5 hektare ini bukti bahwa Rambah Samo tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan masyarakat," tegasnya.
Kondisi lahan saat pengecekan terpantau aman dan kondusif.

