Langkat, PAB---
Ribuan Ikan mati mengapung di Sungai Cabang Bengkel Stabat masih misteri yang menyisakan tanda tanya, meski begitu tudingan limbah berbahaya yang diduga juga berasal dari pengolahan tebu milik PTPN II Kuala Madu justru dibantah pihak management pabrik pengolahan tebu.
Humas pabrik tebu PTPN II Kuala Madu, Syuhada mengatakan pihaknya tidak melakukan pembuangan limbah berbahaya ke sungai Cabang Bengkel Stabat, sebab aliran pembuangan limbah dialirkan ke sawah milik warga.
Dikatakan Syuhada bahwa tidak ada limbah yang dibuang ke sungai Cabang Bengkel, yang ada justru aliran air Condensat berupa cairan yang dihasilkan dari proses kondensasi, yaitu perubahan wujud gas menjadi cair yang dialirkan keluar melalui pipa drainase.
Menurutnya aliran condensat itu di gunakan oleh masyarakat sekitar sebagai pengairan sawah dan ladang petani di sekitar pabrik.
" Intinya kalau dari kami tidak lah mungkin kami buang limbah ke aliran sungai dan ladang petani jika masih mengandung zat beracun bang" ujar Syuhada, Sabtu (7/2/2026).
Namun begitu, kata Syuhada pihaknya tetap menghormati proses uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat untuk informasi pastinya.
Sebelumnya, beredar pemberitaan ribuan spesies ikan mati mengapung di sungai cabang bengkel Desa Kwala Begumit kecamatan Stabat kab. Langkat, Rabu (4/2/2026).
Lantas Tim penelusuran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat melakukan investigasi dan penelitian lebih lanjut atas dugaan limbah berbahaya yang diduga penyebab matinya ribuan ikan sungai Cabang Bengkel, Kamis (5/2/2026) sekira pukul10.00 Wib.
Selain limbah ternak, petugas dan warga juga menemukan aliran limbah yang berasal dari pabrik tebu Kwala Madu milik PTPN II yang kini menjadi PTPN Regional I.
Menurut warga, Ilham penampakan limbah sudah sering terjadi apabila panen tebu, saat pabrik buang limbah maka selalu ditemukan ikan ikan pada keracunan dan mati terapung.
Namun begitu Ilham menuturkan belum pernah ada tanggapan dari instansi terkait untuk menindak lanjuti dan mengambil tindakan tegas atas kejadian ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat melalui staf nya Rajianto yang melakukan kroscek monitoring di lapangan menjelaskan kepada wartawan pihaknya masih melakukan penelusuran .
" Ini masih kami telusuri bang di lapangan dan kami masih menuju pabrik pengolahan tebu Kwala Madu PTPN untuk memastikan kebenaran saluran limbah berasal" Tuturnya.
Dikatakannya, apabila sudah ada didapati sumber permasalahan yang akibatkan ikan mati diduga terkena limbah beracun pihaknya akan segera memberi informasi kepada warga.
" Nanti ya bang apa hasilnya kami lapor ke pak Kadis, dan apa langkah yang akan di ambil tentunya kami serahkan kepada pak Kadis" tutupnya di dalam telpon.
Sementara itu, ribuan Ikan berbagai spesies mabuk dan mati terapung di sungai Cabang Bengkel Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat diduga tercemar limbah pengolahan ternak milik warga, Rabu (4/2/2026).
Penampakan ikan mengapung diatas air sungai membuat warga setempat khususnya pemancing ikan curiga terhadap kondisi air.
Mendapati pemandangan yang tak biasa itu, salah seorang warga pemancing ikan bersama wartawan melakukan investigasi penyebab kematian ratusan ikan-ikan yang mengapung tersebut.
Setelah menyisisr keadaan air dan sumber aliran air sungai, warga menemukan adanya aliran parit pembuangan limbah dari pengolahan ternak yang membuang limbah ke sungai Cabang Bengkel.
Diduga limbah yang dibuang ke sungai Cabang Bengkel dengan aliran parit berasal dari pengolahan ternak tersebut mengandung zat kimia yang berbahaya, yang mengakibatkan keracunan pada ikan.
Sementara itu, warga lain justru memanfaatkan situasi kematian ikan menjadi ladang rezeki, karena terlihat warga justru mengambil bangkai ikan dari air sungai untuk di bawa pulang.
" Kesempatan bagus ini bang, nanti kita jual kalau ada yang mau beli, kan lumayan rezeki nomplok" ujar warga berinisial Agus kepada wartawan.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Erwin Bachari, S.P, M.M.A, saat dihubungi wartawan terkait fenomena ribuan ikan mati terapung di sungai Cabang Bengkel mengatakan akan memerintahkan anggotanya untuk segera mengkroscek kebenaran informasi ikan mati mengapung tersebut.
"Pertama sekali saya ucapkan terima kasih ya bang, kemudian atas informasi ini saya akan segera perintahkan anggota saya untuk mengkroscek akan adanya dugaan sementara oknum pengusaha nakal yang sudah tega mencemari sungai sehingga mengakibatkan ribuan spesies ikan mati akibat kandungan racun dari limbah tersebut." Ujar Erwin Bachari.
Lanjut Erwin akan memastikan penyebab kematian ribuan ikan- ikan tersebut.
"Dan saya pastikan saya akan sepenuh hati untuk tanggap dan melayani masyarakat Langkat demi terciptanya lingkungan yang bersih sehat dan bahari" jelas Erwin.
Harapan warga agar kiranya kejadian ini tidak terulang kembali yang dampaknya pasti sangat banyak pihak yang dirugikan dalam hal pencemaran lingkungan maupun kerusakan ekosistem.
" Kami berharap kepada bapak kepala dinas lingkungan hidup, tindak tegas pelaku usaha yang tidak taat prosedur, agar lingkungan dan masyarakat tidak dirugikan akibat pengusaha nakal yang membuang limbahnya ke sungai ini" sambung Umar sebagai tokoh lingkungan didesanya.