PEKANBARU, PAB - Fakta baru terungkap di balik aksi penggerudukan Kantor Travel BMW di Jalan Impres, Ruko Rindu Serumpun No.3 Pekanbaru, Senin malam (29/09/2026).
Sosok yang diduga menjadi provokator jemaah umroh gagal berangkat, Gusnila, disebut bukan jemaah biasa melainkan salah satu agen resmi Travel BMW Pekanbaru.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Travel BMW, Mega Wati kepada awak media, Rabu (01/10/2026).
Menurut Mega Wati, selama ini pihaknya justru memberikan perhatian khusus kepada Gusnila. Bahkan, Gusnila sudah beberapa kali diberangkatkan umroh gratis sebagai bentuk apresiasi, meskipun jumlah jemaah yang didaftarkannya belum memenuhi kuota.
"Padahal kita sangat memperhatikan sosok Gusnila ini. Selalu kita berangkatkan umroh gratis walau jemaah yang dia daftarkan kurang kuota. Tapi balasan dia seperti ini, dia yang memprovokasi jemaah untuk menyerang kantor kami," ujar Mega Wati.
Mega Wati menceritakan, pada malam kejadian Gusnila bersama beberapa kerabatnya dan calon menantunya diduga memprovokasi jemaah untuk melakukan aksi di kantor hingga suasana menjadi mencekam.
Ia mengaku dipaksa untuk menyerahkan satu sertifikat rumah, satu unit mobil Veloz, dan sejumlah uang dari rekening pribadinya untuk ditransfer ke rekening pribadi Gusnila.
Setelah itu, Mega Wati juga mengaku dipaksa membuat dan membacakan surat pernyataan yang berisi penyerahan harta tersebut secara sukarela tanpa paksaan, yang kemudian direkam oleh kerabat Gusnila.
"Jelas itu surat pernyataan di bawah tekanan. Saya sangat terancam malam itu. Mana ada orang menyerahkan sertifikat rumah, mobil, dan uang secara suka rela tengah malam sambil dikepung? Saya dipaksa membuat surat itu dan disuruh membacakannya sambil mereka rekam," tegas Mega Wati.
Atas kejadian tersebut, pihak Travel BMW menyatakan akan melaporkan dugaan pemerasan dan perampasan tersebut ke Polda Riau.
"Bukti transfer paksa ada, bukti rekaman paksaan ada. Kita akan laporkan pidana pemerasan dan perampasan," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak Gusnila untuk mendapatkan konfirmasi dan hak jawab.

