Gubsu Buka Jambore Kesiapsiagaan Bencana Provsu 2017

Rabu, 22 November 2017 | 17:49:53 WIB

Sibolangi,(PAB)----

Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengungkapkan Sumut yang memiliki risiko tinggi untuk terpapar dan terkena bencana. Selama kurun waktu 2015-2016 telah terjadi bencana di Sumut sebanyak 493 kali , dimana sebagian besar adalah banjir yaitu 299 kejadian.
Hal itu disampaikannya saat membuka Jambore Kesiapsiagaan Bencana Provsu 2017, Rabu (22/11) di Taman Jubileum Sibolangit Deli Serdang.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Utama BNPB Ir Dody Ruswandi, Ka Basarnas Medan Budiawan , Ka BPBD Provsu Raidil Akhir l Lubis, Kadishub Provsu Antoni Siahaan, Bupati Labura, Labuhan Batu, Wakil Walikota Medan serta Wakil Bupati Samosir , Rektor Universitas Sari Mutiara juga para Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sumbar dan Kabupaten Serang.

Dalam pembukaan Jambore Kesiapsiagaan Bencana yang dimulai tanggal 21 hingga 23 November tersebut Gubsu dalam kesempatan itu mengukuhkan pengurusan Disaster Resources Parthnership. Berdasarkan data BNPB Provsu, selama kurun waktu 2015-2016 telah terjadi bencana di Sumut sebanyak 493 kali yang sebagian besar adalah banjir yaitu 299 kejadian.

Selain banjir, dalam kurun waktu tersebut terjadi bencana akibat cuaca ekstrim sebanyak 58 kejadian, tanah 40 kejadian, gempa bumi 38 kejadian dan selebihnya adalah abrasi, kebakaran hutan epidemi, kekeringan dan bencana lainnya. "Kejadian banjir bencana alam tertinggi, sebagian besar terjadi di wilayah topografi rendah di pesisir Timur Sumut.

Selain itu, cuaca ekstrim dan musim hujam yang terjadi berkepanjangan menjadi penyebab bencana banjir pesisir timur hingga hingga bencan a longsor,"paparnya.

Disamping kejadian banjir dan bencana longsor yang terjadi secara periodik, Gubsu juga mengungkapkan bencana alam lainnya yang masih terus memerlukan perhatian kita bersama adalah erupsi gunung Sinabung yang sampai saat masih terjadi. "Untuk itu atas nama pemerintah dan masyarakat Sumut , saya ucapkan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang sampai saat ini konsisten memberikan perhatian khusus kepada Sumut, baik untuk percepatan dampak bencana Sinabung, banjir dan bencana lainnya," paparnya.

Untuk itulah kata Gubsu bahwa pengurangan resiko bencana pada tahap pra bencana merupakan hal penting dalam penanggulangan bencana. Sebab bencana berskala besar dapat menghancurkan pencapaian dan pertumbuhan ekonomi yang diperjuangkan selama berpuluh-puluh tahun.

"Hanya dalam sekejap karena bencana masyarakat yang telah bersusah payah bekerja untuk keluar dari kemiskinan dapat kembali terperosok ke dalam kemiskinan,"katanya.

Oleh karena itu kata Gubsu kembali, Pemprovsu mengambil sikap dengan memprioritaskan program pengurangan resiko bencana diantaranya penguatan kelembagaan khususnya organisasi perangkat daerah yang mengurus kebencanaan dan pengintegrasian pengurangan risiko kedalam rencana tata ruang wilayah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Di kesempatan itulah Gubsu mengingat Bupati dan Walikota bahwa urusan penanggulangan bencana harus menjadi urusan strategis dan prioritas dalam perencanaan dan anggaran Pemda. Hal itu dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir penderitaan rakyat akibat bencana.

Sementara Kepala BNBP Provsu Raidil Akhir mengatakan jambore kesiapsiagaan bencana Provsu tahun 2017 merupakan ajang silaturahmi bagi Pemprov, Pemkan dan Pemko juga stakeholder kebencanaan dan sebagai wadah untuk berlatih bersama meningkatkan kapasitas dan berbagi pengalaman serya ajang uji kemampuan.

Tujuan kegiatan ini, kata Raidil, untuk meningkatkan kapasitas lembaga dalam penanggulangan kesiapsiagaan bencana. Meningkatkan kapasitas relawan atau anggota kelompok siaga, menguji kemampuan stakeholder juga membangun jaringan informasi dan kerjasama antara semua pihak terkait dalam penganggulangan bencana.

Tambah Raidil lagi peserta Jambore berjumlah 28 BPND Kabupaten/Kota berjumlah 517 yang terdiri 58 orang utusan 6 OPD Provsu, 142 orang dari utusan 12 NGO pemerhati kebencanaan, pengisi acara 113 orang, tim kesehatan dan kepanitiaan 70 orang, Satgas BPBD Provsu 100 orang. "Total dari semua peserta 1.000 orang,"kata Raidil.(Rosen/Ril)

Terkini