PEKANBARU, PAB – Aksi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara anggota BRICS yang menanam pohon banyan dalam rangkaian KTT BRICS 2026 di India, membawa pesan penting bagi dunia.
Di tengah berbagai agenda global tentang ekonomi, politik, dan keamanan, para pemimpin dunia tetap menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau, untuk tidak menunda upaya pelestarian alam.
Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, S.I.K., M.H menegaskan bahwa menjaga lingkungan harus menjadi gerakan yang dimulai sejak sekarang, bukan hanya ketika bencana datang.
"Semangat yang ditunjukkan para pemimpin dunia di KTT BRICS harus kita hidupkan di Bumi Lancang Kuning. Menjaga alam tidak cukup hanya ketika terjadi kabut asap atau banjir. Kita harus mulai hari ini melalui penanaman, pemulihan ekosistem, dan membangun kepedulian bersama," ujar Kapolda Riau.
Menurutnya, apa yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Hasilnya mungkin baru akan dirasakan 10 hingga 20 tahun mendatang, namun disitulah letak warisan yang paling berharga bagi generasi berikutnya.
"Keamanan dan ketertiban tidak hanya soal penegakan hukum. Keamanan masa depan juga ditentukan oleh bagaimana kita hari ini menjaga lingkungan. Hutan yang lestari, sungai yang bersih, dan udara yang sehat adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Mari kita rawat Riau untuk anak cucu kita," tegas Irjen Pol. Herry Heryawan.
Kapolda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pelajar dan masyarakat umum untuk menjadikan gerakan menanam dan memulihkan ekosistem sebagai budaya.
"Melindungi Tuah, Menjaga Marwah. Menjaga alam adalah menjaga masa depan. Untuk Riau yang Lestari dan Indonesia yang Kuat," pungkasnya.
Ajakan Kapolda Riau ini sejalan dengan komitmen Polda Riau dalam mendukung program penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau.