Kelompok Tani Mbah Parto Usahakan Peternakan Kambing Di Pelintung

Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:45:55 WIB

DUMAI PAB  – Kelompok Tani (Poktan) Mbah Parto mengelola kandang kambing di lahan berukuran 5 x 5 meter yang beralamat di Jalan Arifin Ahmad RT 004 Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Usaha ini memanfaatkan pekarangan rumah secara efisien, menjadi alternatif usaha produktif yang mendukung ekonomi keluarga dan penyediaan pangan masyarakat.

Lahan seluas 25 meter persegi dibangun menjadi kandang yang disusun rapi, mengikuti standar kenyamanan dan kesehatan ternak. Untuk kambing dewasa, setiap ekor butuh ruang sekitar 1–1,5 meter persegi, sehingga ukuran ini cukup untuk memelihara 4–5 ekor dengan pengaturan yang tepat. Kandang dibuat dengan ventilasi baik, sinar matahari cukup, dan lantai agak miring atau ditinggikan agar kotoran mudah jatuh, kebersihan terjaga, dan mencegah penyakit akibat kelembapan berlebih. Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu yang kuat dan mudah didapat, cocok untuk kondisi lingkungan setempat.

Anggota Poktan menerapkan pemeliharaan yang teratur: menyediakan pakan hijauan segar, ampas tahu, atau konsentrat bergizi, serta air minum bersih setiap hari. Kandang dibersihkan rutin, dan kesehatan kambing dipantau untuk mencegah penyakit seperti cacingan, kudis, atau gangguan pernapasan, dengan berkonsultasi ke petugas kesehatan hewan bila diperlukan. Mereka juga mempelajari teknik pemuliaan dan perawatan anak kambing agar pertumbuhan optimal.

Usaha ternak kambing memiliki keuntungan nyata: kambing cepat berkembang biak (bisa beranak 1–2 ekor setiap kelahiran), harganya stabil dan meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha, serta menghasilkan daging sebagai sumber protein penting . Kotoran kambing juga diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian, menunjang pola usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Poktan Mbah Parto mengelola usaha ini bersama-sama, saling berbagi pengalaman dan menerima bimbingan dari penyuluh pertanian guna meningkatkan kualitas pemeliharaan dan hasil produksi. Harapannya, usaha kecil ini bisa berkembang lebih baik, menjadi contoh bagi warga Pelintung untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi usaha yang menguntungkan, serta turut mendukung program ketahanan pangan daerah dan nasional.

Terkini