Apen Taruna: Pencemaran Sagu, Pemerintah hanya Berkata - Kata

Senin, 27 April 2026 | 19:13:36 WIB

Kepulauan Meranti, PAB– 

Masalah pencemaran lingkungan akibat limbah industri sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti tak kunjung selesai. Padahal kerusakan yang ditimbulkan sudah terlihat jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Kenyataan ini diungkapkan Apen Taruna, mahasiswa sekaligus putra daerah yang berperan aktif sebagai aktivis dan pemerhati lingkungan. Melalui penelitian yang dilakukannya, Apen menemukan bahwa praktik pengelolaan limbah yang tidak sesuai peraturan telah berlangsung puluhan tahun. Pelaku usaha yang diduga terlibat antara lain PT. National Sagu Prima Meranti dan Kilang Koperasi Harmonis.

"Isu lingkungan adalah tugas utama saya. Namun dalam melakukan penelitian, saya menghadapi berbagai kendala serius. Bahkan ada indikasi upaya membungkam suara dan campur tangan dari pihak yang berkepentingan," ungkap Apen.

Ia telah berusaha menyampaikan permasalahan ini kepada seluruh pemangku jabatan di daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, pimpinan Komisi I, II, III, hingga Bupati Kepulauan Meranti. Namun hingga kini, tidak ada langkah nyata yang diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Semua pembicaraan hanya berhenti di atas meja. Pemerintah daerah seolah-olah tidak bertindak apa-apa, padahal kerusakan lingkungan sudah ada di depan mata. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat," tegasnya.

Menurut Apen, ketidaktansparanan dalam penanganan kasus ini membuat informasi yang beredar menjadi tidak jelas dan memunculkan berbagai dugaan di kalangan warga.

Sebagai putra daerah yang peduli dengan tanah kelahirannya, Apen bertekad mengungkap seluruh fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan serta mengetahui tanggung jawab setiap pihak yang memiliki wewenang.

Oleh karena itu, ia memohon perhatian kepada Kapolda Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tuntas.

"Saya berharap kebenaran segera terungkap dan ada penyelesaian yang adil demi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Meranti," pungkas Apen Taruna.

Terkini