Batu Bara, PAB---
DPRD Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara mengelar rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait temuan beberapa proyek pengerjaan fasilitas umum yang terkesan asal jadi, Senin (2/2/2026).
RDP yang menghadirkan Gerakan Mahasiswa bersama Rakyat Batu Bara (GEMBARA) dengan Dinas PU Kabupaten Batu Bara berlangsung di ruang rapat komisi IV DPRD Batu Bara.
Dalam keterangan pers, Ketua Koordinator Gembara, Jumarik mengatakan rapat RDP ini merupakan tindak lanjut aksi Gembara pada Jumat (12/12/2025) lalu dan saat ini baru dapat digelar.
Jumarik menekankan agar Dinas PU Batu Bara lebih profesional dalam menjalankan tugasnya dan bagi DPRD Batu Bara meskinya jangan hanya diam atas suara rakyat.
Dikatakannya, dalam rapat Ia menekankan 3 poin utama yang wajib dijalankan Dinas PU dan diawasi oleh DPRD Batu Bara.
"Kami membawa tuntutan dari aksi yang kami gelar sebelumnya di Kantor DPRD dan Bupati Batu Bara, kami tekankan dinas PU agar lebih profesional dalam membuat sebuah keputusan dan pengawasan atas apa yang di kerjakan supaya pekerjaannya tidak abal abal dan layak di gunakan sebagai mana fungsinya" ujar Jumarik dihadapan awak media.
Dijelaskannya, ada beberapa pengerjaan proyek yang dinilai asal jadi yakni bendungan cita maju yang berada di sungai Dalu Dalu dan jembatan Penghubung Desa Dahari selebar dan Dahari indah serta pintu klip air di desa Perupuk.
" Proyek tersebut perlu di perhatikan dan aparat dapat melakukan pemeriksaan potensi kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi sampai ke akar akarnya, karna 3 poin ini merupakan fasilitas umum yang sehari hari masyarakat gunakan maka dari itu kami mendesak pihak terkait agar tidak main main dalam pembangunan dan perbaikan di 3 poin itu" Tegasnya.
Senada dengan Jumarik, Ridho Hamdani salah satu kader Gembara menyampaikan dugaannya atas dua proyek pengerjaan yang ternyata merupakan proyek dinas Propinsi Sumatera Utara.
"Kami menduga 2 proyek yang di kerjakan oleh pemerintah provinsi sumatera utara adanya tindakan korupsi di karenakan kami melihat proyek tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang sangat besar tetapi hasilnya Abal Abal,maka dari itu kami akan usut tuntas dugaan tindakan korupsi yang di lakukan oleh pihak pihak yang terkait dan terlibat" ungkapnya.
Di lanjutkan kader Sholihn pihaknya menyatakan apresiasi terhadap Dinas PU yang langsung memberinrespon positif atas aspirasi Gembara .
" Besar harapan kami agar juga memperbesar lagi pembangunan pintu klip air yang berada di desa perupuk karna debit airnya sudah sangat tinggi " ungkap Sholihin
Gembara menegaskan akan terus mengawal hasil RDP tersebut hingga ada kejelasan nyata bagi masyarakat.
dan akan tetap mengusut tuntas kasus dugaan korupsi sampai ke akar akarnya.
Sementara itu, dalam pembahasan RDP, DPRD Batu Bara menyampaikan bahwa 3 pekerjaan, 2 diantaranya merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, namun begitu DPRD Batu Bara menyatakan tetap siap mengawasi dan mengevaluasi kinerja proyek tersebut.
Hasil RDP mengungkap bahwa biaya pengerjaan bendungan Dalu dalu anggarannya sudah di ajukan dan pengerjaannya di tahun ini sudah siap dengan anggaran untuk pengerjaan 21 Meliyar rupiah.
Dan dinas PU Batu Bara menyampaikan pekerjaan pintu klip air yang berada di Desa Perupuk sudah diperbaiki dengan anggaran 50 juta rupiah.