Pekan Baru, PAB---
Ratusan massa aksi warga Kota Pekanbaru bersama sejumlah tokoh mahasiswa menggelar aksi di depan New Paragon, Jalan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Mereka menutup paksa klab malam tersebut dan meminta aparat setempat menyengel lokalisasi diduga tempat pesta bagi homoseksual (Waria). Senin (2/2/2026) hingga malam hari.
Hal ini menyusul beredarnya video yang diduga pesta waria yang terjadi di klub malam tersebut.
Sebelumnya, video viral hingga membuat Polresta Pekanbaru dan Satpol PP Pekanbaru turun ke lokasi beberapa hari lalu. Di antara tokoh yang hadir dalam massa aksi, ada mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Azlaini Agus, mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati dan beberapa tokoh agama setempat. Terlihat juga dalam aksi, puluhan mahasiswa berjaket Universitas Riau.
Edy Natar melakukan orasi aksi protes terhadap pesta waria yang diduga terjadi di New Paragon. Aksi itu menurutnya jelas telah mencoreng wajah Kota Pekanbaru, ibu kota Bumi Melayu, yang terkenal agamis dan menjunjung tinggi norma susila dan adat.
Sebada dengan Edy Natar, Azlaini Agus juga secara tegas meminta agar New Paragon segera disegel.
''Kami meminta tempat ini segera disegel, sekarang juga,'' ujar Azlaini yang disambut teriakan massa.
Permintaan aksi massa ini langsung diarahkan kepada Pj Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Hutasuhut dan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso. Keduanya berada di lokasi.
Menanggapi permintaan warga, Ingot menyampaikan hal yang dinilai normatif oleh massa aksi. Ingot mengatakan, ia menerima aspirasi dari warga atas apa yang telah terjadi.
''Aspirasi kami terima dengan baik ini akan menjadi agenda prioritas bagi kami ke depan. Kami akan bertindak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,'' ujar Ingot.
Namun massa aksi tidak puas dengan apa yang disampaikan Ingot. Massa melalui tokoh-tokoh yang gadir tetap meminta New Paragon disegel saat itu juga.
''Mulai malam ini kami tidak ingin ada aktivitas lagi,'' tegas Azlaini Agus.
Sementara mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati juga meminta Sekdako untuk menutup New Paragon sementara sampai selesai evaluasi menyeluruh. Menurutnya massa aksi tidak akan bubar sebelum ada penyegelan resmi.
''Kami siap bermalam disni,'' sebut Ade yang diamini massa aksi dengan sorak-sorai.
Hingga, puncaknya pada malam sesudah waktu sholat isya warga kembali mendatangi THM New Paragon dan menyegel paksa dengan menutup pintu masuk tempat hiburan tersebut, dan dari inisiasi warga tersebut Walikota Pekan Baru menyatakan menutup ijin operasional THM New Paragon Pekan Baru.