CILEGON, PAB – Dinamika dunia informasi dan industri media di Kota Cilegon terus berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi digital. Di tengah perubahan tersebut, Ahmad Rosidin, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kota Cilegon, mendorong penguatan solidaritas insan pers sekaligus peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghadapi tantangan zaman.
Mengemban amanah sebagai Ketua DPC IPJI Kota Cilegon, Ahmad Rosidin membawa semangat membangun organisasi yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada penguatan profesionalisme kewartawanan. Baginya, kemajuan pers daerah tidak cukup hanya ditopang oleh pertumbuhan jumlah media, tetapi juga membutuhkan kualitas sumber daya manusia, integritas, serta solidaritas antarsesama insan pers.
Salah satu langkah yang mulai dibangun adalah memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan organisasi pers lainnya. Ahmad Rosidin menilai, perbedaan organisasi maupun latar belakang media tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda silaturahmi dan penjajakan kolaborasi dengan sejumlah organisasi profesi kewartawanan, termasuk Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kota Cilegon.
Menurutnya, organisasi pers perlu mengedepankan semangat persaudaraan, saling menghormati, dan membangun ruang komunikasi yang sehat. Dengan demikian, insan pers dapat bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan ekosistem jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.
Selain penguatan solidaritas, transformasi digital menjadi perhatian penting dalam agenda pengembangan IPJI Kota Cilegon.
Ahmad Rosidin memandang perkembangan Artificial Intelligence (AI), media sosial, dan teknologi informasi telah mengubah pola kerja jurnalistik secara signifikan. Karena itu, jurnalis dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memahami teknologi, serta mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, IPJI Kota Cilegon tengah mempersiapkan gagasan Seminar Nasional Jurnalistik yang mengangkat perkembangan teknologi dan pemanfaatan AI dalam dunia pers.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi, diskusi, dan peningkatan kapasitas wartawan agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, sekaligus tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Di sisi lain, Ahmad Rosidin juga menempatkan IPJI sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dalam mengawal keterbukaan informasi publik. Hubungan dengan Pemerintah Kota Cilegon dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diharapkan dapat dibangun melalui komunikasi yang konstruktif, tanpa menghilangkan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial.
Baginya, pers harus mampu menjalankan peran secara independen, profesional, dan objektif. Kemitraan dengan pemerintah bukan berarti menghilangkan sikap kritis, sebagaimana kritik juga tidak seharusnya menutup ruang komunikasi dan kolaborasi.
Ke depan, Ahmad Rosidin berharap IPJI Kota Cilegon dapat menjadi rumah bersama bagi insan penulis dan jurnalis untuk bertukar gagasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.
Semangat yang ingin dibangun bukanlah persaingan ant organisasi, melainkan kolaborasi untuk menjaga marwah profesi dan menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas.
Dengan fokus pada solidaritas, profesionalisme, dan transformasi digital, perjalanan IPJI Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Ahmad Rosidin diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan pers daerah yang semakin sehat, independen, dan berintegritas.

