TAPANULI TENGAH, PAB– Buntut dugaan kekerasan terhadap siswa di SD Negeri 153018 Sipea-Pea 1, Desa Sipeapea, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyisakan persoalan baru. Saksi yang merupakan teman sekelas korban berinisial NN diduga mendapat perundungan dari oknum guru.
Hal itu disampaikan SAS, teman sekelas NN, kepada orang tuanya sepulang sekolah, Rabu (28/10/2026).
Dalam kondisi menangis, SAS mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa guru setelah diketahui memberikan keterangan terkait peristiwa penamparan NN oleh wali kelas kepada orang tua korban.
SAS disebut dipersalahkan dan dimarahi oleh oknum guru karena keterangannya mengenai dugaan penamparan yang dilakukan wali kelas berinisial AP. Dugaan penamparan tersebut dipicu karena korban tidak mengumpulkan sisa nasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperintah kan oknum guru tersebut.
Pengakuan SAS atas perlakuan yang diterimanya di sekolah membuat tangisnya pecah di hadapan orang tuanya di rumah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 153018 Sipea-Pea 1, Khairul Hutapea, hingga kini belum memberikan keterangan terkait peristiwa yang dialami kedua siswa tersebut. Upaya konfirmasi wartawan kepada pihak sekolah belum mendapatkan tanggapan.
Diketahui, NN telah dipindahkan orang tua nya ke sekolah lain lantaran tak ingin anak mendapatkan perlakuan serupa.

