MEDAN, PAB – Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Jalan Baru dan Jalan Andansari menuju Crossing Sei Bedera, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, menjadi sorotan warga terkait kondisi material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Proyek yang dikerjakan CV Sigma Siseanna dengan nilai Rp6,9 miliar bersumber dari APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2026 ini tercatat dalam kontrak Nomor 013/SP/24.6/APBD/2026 tanggal 8 Juli 2026. Dalam papan proyek, alamat perusahaan tertulis di Jalan Mawar Gang Sejahtera No. 67, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (15/10/2026), sejumlah U-Ditch yang telah terpasang maupun yang masih ditumpuk di sepanjang Jalan Baru Lingkungan 12 terlihat mengalami keretakan dan pecah di beberapa bagian. Di lokasi juga terlihat satu unit alat berat terparkir di pinggir Sungai Bedera serta tumpukan material dan tanah galian yang berada di badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Warga sekitar mengeluhkan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan saat musim hujan. Mereka menilai tanah galian yang berserakan berpotensi kembali masuk ke dalam drainase.
Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan melalui Kabid Drainase Ardi Sibarani pada Selasa (13/10/2026) menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan. Ia menyebutkan pengawasan proyek dilakukan oleh konsultan pengawas Mangatas Siagian dan PPTK Anton Sinaga.
Sementara itu, Lembaga Peduli dan Pemantau Pembangunan (LP3) melalui Wakil Ketua Bidang Hukum Rizaldi Gultom, SH, meminta agar dinas terkait melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat guna mencegah potensi kerugian negara. Ia juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek-proyek yang bersumber dari anggaran negara.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pelaksana lapangan CV Sigma Siseanna serta pihak terkait lainnya masih dilakukan.
Pihak dinas diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka terkait standar mutu material U-Ditch, penempatan material galian, serta progres pekerjaan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

