MEDAN, PAB– Guna mempersiapkan sumber daya manusia bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Sumatera Utar, Organisasi JPro atau Japan Language Professionals Federation (JLPF) Sumatera Utara mendukung pemerintah dengan berbagai langkah.
Dalam pertemuan dengan perwakilan DPD Binjai, Langkat dan Medan, Ketua DPW JPro Sumut Dedi Susanto menyampaikan pentingnya kualitas calon PMI yang akan berangkat ke Jepang.
"Banyaknya calon PMI yang akan berangkat ke Jepang harus kita bekali dengan ilmu dan skill agar dinegara tujuan bekerja bisa lebih profesional," Ungkapnya disela sela acara silaturahmi yang dilaksanakan di Cafe Agam 2 Jalan T Amir Hamzah Binjai Senin (12/10/2026).
Ditambahkannya, sebagai wadah dan perkumpulan yang dibentuk ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah mempersiapkan para calon PMI kompatibel dalam penguasaan bahasa Jepang hingga mendapatkan sertifikasi sesuai dengan harapan negara tujuan.
Sementara itu, Sekretaris JPro Sumut, Irvan Khaeir juga menyampaikan pentingnya skill berbahasa Jepang sebelum melakukan langkah langkah selanjutnya dengan ditandai adanya sertifikasi baik dari instrukturnya maupun calon pekerja.
" Dengan banyaknya peluang dan kesempatan kerja di negara Jepang, khususnya untuk wilayah Propinsi Sumatera Utara kita siap menyiapkan calon calon pekerja yang kompatibel sesuai dengan kebutuhan. Dan kita akan mendorong agar semua instruktur tersertifikasi kemudian goal kita akan adanya tempat tempat tes uni kompetensi atau JLPF, " Imbuhnya.
Sebagai latar, organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada bulan Juli 2026, Japan LanguageProfessionals Federation (JLPF) lahir dari kesadaran kolektif para pimpinan lembaga pendidikan bahasa Jepang untukmenjawab tantangan zaman melalui kolaborasi yang terstruktur,profesional, dan berkelanjutan.
Sejauh ini, melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) bersama kementerian terkait, pemerintah secara aktif menyiapkan ekosistem ketenagakerjaan yang tangguh demi menjawab kebutuhan besar pasar kerja Jepang yang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat fenomena penuaan populasi (aging population).
Berikut adalah arah kebijakan dan langkah nyata pemerintah dalam mendorong profesionalisme PMI ke Jepang:
1. Inisiatif Program "SMK Go Global"
Menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah meluncurkan program direktif SMK Go Global (atau SMK Go Internasional). Program ini dirancang khusus untuk mematangkan kompetensi teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya kerja internasional sejak dini pada lulusan sekolah vokasi. Sebagai implementasi nyata, ratusan PMI di sektor manufaktur telah diberangkatkan ke Jepang dengan dukungan skema ini.
2. Optimalisasi Skema SSW (Specified Skilled Worker)
Kemudian pemerintah juga akan memaksimalkan penempatan melalui jalur resmi Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW). Berbeda dengan magang konvensional, skema SSW menitikberatkan pada standar sertifikasi keahlian tertentu dan kemampuan bahasa Jepang formal. Langkah ini juga didukung melalui kerja sama taktis (MoU) dengan berbagai pemerintah daerah di Jepang, salah satunya Prefektur Kagawa dan Prefektur Miyazaki.

