Konsumen SPBU di Langkat Keluhkan Pasukan Tander Borong Pertalite: Desak Kapolres Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 | 00:15:21 WIB

LANGKAT, PAB– Sejumlah konsumen SPBU 14.208.1160 di Gohor, Kecamatan Wampu, Stabat, Kabupaten Langkat mengeluhkan ulah sekelompok orang yang dijuluki "pasukan tander" (sepeda motor bertangki besar). Kelompok tersebut diduga sengaja melansir BBM jenis Pertalite bersubsidi dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan antrean panjang dan stok cepat habis.

Keluhan itu disampaikan konsumen kepada media, Senin 20/7/2026. Mereka menilai praktik tersebut sangat meresahkan pengendara yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi.

"Kami antre dari pagi, giliran mau isi eh Pertalitnya sudah habis. Ternyata diborong sama pasukan tander pakai jerigen dan motor. Ini sangat meresahkan," ujar Supri, salah satu konsumen.


Para konsumen mendesak Kapolres Langkat AKBP Hennry PH. Tambunan, S.E, S.I.K untuk turun tangan dan menindak tegas praktik tersebut.

Mereka menilai kegiatan penimbunan dan pelangsiran BBM subsidi berpotensi melanggar aturan distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami minta Pak Kapolres tindak. Ini kan BBM subsidi untuk rakyat, bukan untuk ditimbun lalu dijual lagi," tambah Supri.


Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU 14.208.1160  belum memberikan keterangan resmi. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K, S.I.K, M.H. ketika dihubungi wartawan media ini mengatakan akan segera menindaklanjuti informasi ini.

"Terimakasih atas informasinya akan kita tindaklanjuti" jawabnya.

Diketahui, praktik penimbunan BBM subsidi diatur dalam _UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi_ jo _Pasal 55 UU Migas_ dengan ancaman pidana penjara dan denda.

Warga berharap aparat segera melakukan pengawasan dan penindakan di SPBU tersebut agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat umum.

Terkini