**
MEDAN – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang sedianya akan digelar oleh elemen masyarakat Belawan resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, para tokoh masyarakat dan koordinator lapangan sepakat untuk menempuh jalur diplomasi melalui forum diskusi bersama Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan 01/05/2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek stabilitas keamanan dan efektivitas penyampaian aspirasi. Meski demikian, jadwal pasti terkait tanggal, waktu, dan lokasi diskusi tersebut masih dalam tahap koordinasi lebih lanjut dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Himbauan Menahan Diri
Menyikapi perkembangan situasi di lapangan, para tokoh masyarakat Belawan mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh lapisan warga. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas wilayah, dan tidak terpancing melakukan tindakan yang melawan hukum.
"Kami menghimbau seluruh masyarakat Belawan untuk menahan diri. Jangan ada aksi-aksi provokatif yang dapat merugikan kepentingan umum maupun diri sendiri. Kita beri kesempatan bagi jalur dialog ini berjalan," ujar salah satu perwakilan koordinator lapangan ustadz mhd Nabawi.
Ancam Aksi di Kantor Wali Kota
Kendati memilih jalur diskusi, pihak penyelenggara memberikan catatan kritis bagi Pemerintah Kota Medan. Mereka menegaskan bahwa forum ini harus menjadi wadah nyata bagi Wali Kota Medan untuk mendengar dan menyerap langsung aspirasi warga pesisir yang selama ini dinilai belum tersentuh solusi konkret.
Masyarakat memberikan peringatan keras terkait kehadiran orang nomor satu di Medan tersebut. Jika Wali Kota Medan kembali absen atau tidak menunjukkan itikad serius dalam menemui warga Belawan, massa mengancam akan segera mengalihkan titik aksi.
"Apabila Wali Kota tetap tidak hadir untuk menyerap aspirasi kami secara langsung, maka kami pastikan aksi massa akan segera digeser dan dipusatkan langsung di depan Kantor Wali Kota Medan," tegas pernyataan tertulis dari pihak panitia.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tekanan agar persoalan-persoalan krusial di Belawan, mulai dari isu lingkungan hingga kesejahteraan, mendapatkan perhatian prioritas dari jajaran eksekutif kota. Saat ini, masyarakat masih menunggu itikad baik pemda untuk menentukan jadwal pertemuan yang representatif." pungkasnya.