Ika Smanda Dumai Reuni Gelar Parade Musik Hidupkan Spirit 'Music Legend'

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:01:35 WIB

?Dumai PAB---  

Kerinduan akan masa-masa sekolah dan kejayaan musik era 80 serta 90-an tumpah ruah di Balai Sri Bunga Tanjung, Sabtu (17/1). Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 2 (Smanda) Kota Dumai sukses menggelar Parade Music Legend, sebuah panggung prestisius yang mempertemukan para musisi lintas generasi.

Sebanyak 12 grup band naik panggung membawakan playlist lagu-lagu legendaris nasional yang membangkitkan memori. Menariknya, panggung ini tidak hanya milik alumni lokal Dumai; tiga grup band di antaranya sengaja datang jauh dari Kabupaten Bengkalis untuk memeriahkan suasana.

Ketua Panitia, Tengku Darmawan atau yang akrab disapa Wawan Keke, menyebutkan bahwa acara ini adalah bukti nyata soliditas alumni Smanda. Meskipun persiapan dilakukan secara mandiri melalui iuran swadaya, kualitas acara tetap terlihat profesional dan penuh energi.

"Antusiasme luar biasa. Sebenarnya banyak sekali alumni yang ingin bergabung, namun karena kapasitas aula yang terbatas, kami harus membatasi jumlah peserta. Hari ini hampir 150 orang berkumpul di sini," jelas Wawan Keke. Ia juga menekankan bahwa Dumai akan selalu menjadi "rumah" bagi IKA Smanda. "Alumni kita ada yang di Jakarta, bahkan luar negeri. Tapi pusat kita tetap di Dumai, maka acara besar seperti ini harus kita adakan di sini untuk memperkuat akar silaturahmi," tegasnya.

Menuju Festival Skala Provinsi
?Parade kali ini barulah sebuah spirit awal. IKA Smanda telah menyusun rencana untuk menaikkan level kegiatan ini dari ajang silaturahmi internal menjadi kompetisi bergengsi di masa depan. ?"Target kami ke depan adalah menggelar festival musik dalam skala se-Provinsi Riau. Sekarang kita mulai dengan parade, insya Allah ke depan akan kita wujudkan dalam bentuk festival yang lebih kompetitif dan besar," ungkap Wawan optimis.

Acara yang berlangsung hingga petang tersebut didominasi oleh alumni angkatan 1988 sampai 1996. Suasana kekeluargaan sangat kental terasa saat para peserta saling berbaur dan bernyanyi bersama, membuktikan bahwa musik adalah bahasa terbaik untuk menyatukan perbedaan usia dan jarak.

Di tengah kemeriahan acara, Ketua IKA Smanda Kota Dumai, Edi Zulfan, menyampaikan bahwa pertemuan ini akan menjadi titik awal pergerakan alumni yang lebih solid. Ia berencana segera menggelar diskusi dan musyawarah lanjutan guna membahas kondisi terkini sekolah yang dinilai mulai memprihatinkan. Edi Zulfan menyoroti adanya penurunan kualitas sarana dan prasarana di Smanda Dumai. Menurutnya, sekolah yang dahulu dikenal sebagai sekolah terfavorit dengan standar nasional, kini tampak kurang terawat.

"Smanda ini sekolah legend di Kota Dumai. Dulu kita adalah sekolah terfavorit, murid dan gurunya berkualitas, serta bangunan gedung yang baik. Namun saat ini, kondisinya kurang diperhatikan sehingga gelar sekolah favorit itu perlahan mulai pudar. Kami ingin lewat musyawarah nanti, kita bisa memberikan perhatian lebih kepada sekolah tercinta ini," ujar Edi Zulfan.
Ia menambahkan bahwa gedung sekolah memerlukan sentuhan dan perhatian khusus agar kembali representatif bagi aktivitas pendidikan siswa dan guru.

Apresiasi dan ajakan berkontribusi bagi alumni. Terkait penyelenggaraan acara, Edi Zulfan memberikan apresiasi tinggi kepada para junior yang telah menggagas Music Legend ini. Baginya, inisiatif silaturahmi ini adalah jembatan efektif untuk menyatukan kekuatan alumni.
 

"Kami sebagai senior sangat mengapresiasi kerja keras adik-adik panitia. Ini momentum luar biasa. Setelah ini, kami akan berkumpul lagi secara formal untuk membahas kesolidan IKA Smanda dan masa depan sekolah kita," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Edi Zulfan mengetuk hati para alumni yang telah sukses untuk kembali berkontribusi bagi sekolah. "Untuk kawan-kawan alumni yang mempunyai potensi lebih, mari sama-sama berkontribusi. Mari berikan sumbangsih nyata agar Smanda kembali menjadi sekolah terbaik di Dumai," pungkasnya.
 

Terkini