Siwaji Raja Bagikan 20 Ton Beras Jelang Deepavali

Rabu, 04 November 2026 | 22:52:38 WIB

MEDAN, PAB – Menyambut Hari Raya Deepavali 5128 Kaliyuga Tahun 2026, tokoh masyarakat India Sumatera Utara, Dr. S. Siwaji Raja, S.T., http://M.Sos., menyalurkan 20 ton beras kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tali kasih ini merupakan tradisi kemanusiaan yang diwariskan almarhum ayahandanya, Sankar Linggam, dan terus dilestarikan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Penyaluran bantuan turut dibantu jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sumatera Utara dan PHDI Kota Medan, sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong.

Siwaji Raja menyampaikan, kegiatan berbagi tersebut merupakan amanah dan warisan nilai kemanusiaan dari orang tuanya.

"Kegiatan tali kasih ini merupakan tradisi yang telah diwariskan oleh almarhum ayahanda kami sejak dahulu. Kami berupaya terus melanjutkan semangat berbagi ini, bukan hanya pada perayaan Deepavali, tetapi juga pada Idulfitri, Iduladha, Natal, Tahun Baru, serta berbagai kegiatan sosial lainnya," ungkap Siwaji Raja yang juga Ketua Bidang Keagamaan dan Spiritualitas PHDI Pusat.

Selain momentum hari besar keagamaan, keluarga besar Siwaji Raja juga menjalankan program sosial Sangkara Free Meals, yakni berbagi makanan gratis kepada masyarakat yang dilaksanakan rutin setiap hari Rabu.

"Bagi kami, berbagi bukan hanya dilakukan pada momentum hari raya, tetapi menjadi bagian dari pengabdian yang terus kami jalankan," pungkas Siwaji Raja yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Sangkara School.

Ketua PHDI Provinsi Sumatera Utara, Surya, mengapresiasi konsistensi kepedulian sosial keluarga besar Siwaji Raja.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan mulia ini. Penyaluran 20 ton beras tentu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya menjelang Deepavali. PHDI Sumatera Utara bersama PHDI Kota Medan turut bergerak membantu penyalurannya," ungkap Surya.

Surya juga berharap kegiatan sosial dilaksanakan dengan semangat kemanusiaan yang tulus, tanpa mengkotak-kotakkan masyarakat berdasarkan kelompok maupun latar belakang tertentu.

"Jadikan kegiatan berbagi sebagai sarana mempersatukan, bukan membeda-bedakan. Sebab, kemanusiaan harus berada di atas segala perbedaan," pungkasnya.

Penyaluran 20 ton beras ini menjadi bukti kepedulian sosial dapat diwariskan antargenerasi, sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Terkini