SRAGEN, PAB – Kodim 0725/Sragen menggelar Karya Bakti Manunggal Guyub Rukun Tahap II Tahun 2026 di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Mini Trombol, Rabu (4/11/2026).
Dalam amanat Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.I.P., M.A., yang dibacakan Wakil Bupati Sragen H. Suroto, disampaikan bahwa program Karya Bakti adalah wujud nyata filosofi Guyub Rukun, jati diri Sragen.
"TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan. Kalau Guyub Rukun, pekerjaan seberat apa pun akan menjadi ringan," bunyi amanat tersebut.
Dengan tema "Dengan Semangat Karya Bakti TNI Manunggal Guyub Rukun Mewujudkan Sragen yang Berkemajuan, Sejahtera dan Merata", kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Sragen yang terfokus pada pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik, serta ketahanan masyarakat desa.
"Mari kita jadikan Karya Bakti TNI ini sebagai momentum untuk menyatukan karsa dan karya, mempererat tali persaudaraan, memupuk semangat gotong-royong, dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat," lanjutnya.
Bupati juga berharap Karya Bakti memberikan dampak positif dalam waktu relatif singkat, terutama pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Sementara itu, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., melalui Kepala Staf Kodim Mayor Cba Beni Yusdiantoro, S.E., menjelaskan sasaran fisik dan nonfisik kegiatan.
"Sasaran fisik Karya Bakti di Desa Trombol di antaranya pengecoran jalan sepanjang 400 meter lebar 3 meter dan tebal 12 cm, rehab Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 4 unit, pembuatan jamban sehat 5 unit. Sementara sasaran nonfisik berupa penyuluhan pertanian dan perkebunan, peternakan dan perikanan, kesehatan, KB dan Posyandu, Bintal dan Rohani, wawasan kebangsaan dan bela negara, Kamtibmas, bahaya narkoba dan antisipasi terorisme," jelasnya.
Ia menambahkan, Karya Bakti berbeda dengan TMMD yang membutuhkan waktu 30 hari, sedangkan Karya Bakti hanya 21 hari. Kegiatan dibuka hari ini dan akan ditutup pada 24 November mendatang.
"Kami berharap kegiatan berjalan lancar dan selesai tepat waktu," ucap Kasdim.
Usai upacara, Forkopimda membagikan paket sembako untuk lansia dan warga prasejahtera serta menyerahkan bantuan RTLH dan jamban secara simbolis.