Sibolga, PAB – Seorang ibu berinisial MS mengadukan dugaan tindakan kekerasan yang dialami anaknya, NN salah satu siswa SD Negeri 153018 SIPEA-PEA 1 Desa Sipeapea, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten di Kabupaten Tapanuli Tengah (Sibolga), kepada Kepala Sekolah. Pengaduan tersebut buntut dugaan tindak kekerasan penamparan oleh oknum wali kelas terkait sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pekerjaan rumah (PR).
MS mengatakan anaknya mengaku ditampar sebanyak tiga kali oleh wali kelasnya inisial AP. Peristiwa itu diduga dipicu karena anak tersebut tidak menyelesaikan pengumpulan sisa nasi MBG dan tidak menyelesaikan PR, pada Senin (26/10/2026).
Menurut keterangan MS, kejadian bermula saat oknum guru memanggil anaknya untuk menanyakan PR yang belum selesai, kemudian menanyakan soal pengumpulan sisa nasi MBG. Karena sisa nasi tidak dikumpulkan, guru tersebut diduga emosi dan melakukan penamparan.
"Selain dari anak saya, keterangan itu juga saya dapat dari teman anak saya yang menyaksikan langsung," ujar MS, Selasa (27/10/2026).
MS menyebut, berdasarkan pengakuan anaknya, sisa nasi MBG yang diminta untuk dikumpulkan diduga akan digunakan sebagai pakan ternak milik oknum guru tersebut.
Atas kejadian itu, MS mendatangi kepala sekolah untuk meminta kejelasan dan keadilan. Namun ia mengaku kecewa karena pihak sekolah disebut lebih mempercayai keterangan oknum guru yang tidak mengakui perbuatannya.
Merasa tidak mendapatkan keadilan, MS kemudian mengunggah kisah yang dialami anaknya ke media sosial hingga viral.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kekerasan tersebut.