Tangkal Hoaks di Era AI, M. Arif Tanjung Bekali Siswa Berprestasi Tiga SMA di Medan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:16:52 WIB

MEDAN, PAB – Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, membekali puluhan siswa berprestasi dari tiga sekolah menengah atas di Kota Medan dengan edukasi literasi digital untuk menangkal hoaks dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.

Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi dari SMAN 2 Medan, SMAN 5 Medan, dan SMAN 13 Medan. Selain literasi digital, kegiatan ini juga menekankan pentingnya berpikir kritis, wawasan kebangsaan, serta nilai nasionalisme dan persatuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Acara yang dipandu host Ratih Danu Warso, S.Pd., M.Pd., tersebut dirangkai dengan pemberian tali asih kepada puluhan pelajar sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda berprestasi.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran pelajar agar lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi, terutama menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman tentang cara mengenali berita bohong, memverifikasi informasi, serta menggunakan media sosial dan teknologi AI secara bertanggung jawab.

Pemateri Muhammad Safi'i Sitorus, S.H., M.H., menegaskan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan, etika, dan tanggung jawab.

"Gunakan media sosial dengan benar. Manfaatkan AI untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat, bukan untuk membuat atau menyebarkan hoaks," ujarnya.

Ia mengingatkan pelajar agar tidak langsung mempercayai informasi di media sosial sebelum sumber dan kebenarannya dapat dipastikan. Siswa didorong membiasakan memeriksa sumber, membandingkan pemberitaan dari media tepercaya, serta memahami konteks sebelum menyimpulkan atau membagikan informasi.

Pemateri lainnya, Elfenda Ananda, pendiri Suluh Muda Inspirasi sekaligus peneliti FITRA Sumatera Utara, menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, kemampuan mengenali hoaks merupakan bekal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.

Ia menegaskan literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga kemampuan berpikir kritis untuk menilai kredibilitas sumber, membedakan fakta dan opini, serta memahami dampak informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan.

M. Arif Tanjung mengatakan penguatan literasi digital perlu dilakukan agar generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

"Generasi muda harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar sebelum mengetahui kebenarannya. Periksa sumbernya, pahami konteksnya, dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujar Arif.

Ia menegaskan AI seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan, serta melahirkan gagasan positif bagi kemajuan bangsa, bukan untuk memproduksi informasi menyesatkan yang berpotensi merugikan orang lain maupun memicu konflik.

Arif juga mengingatkan semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan secara seremonial. Nilai persatuan harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk cara berkomunikasi di ruang digital.

"Di era digital ini, menjaga persatuan bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga melalui cara kita berkomunikasi di media sosial. Jangan sampai hoaks dan ujaran yang memecah belah merusak persaudaraan," katanya.

Selain edukasi, kegiatan diisi dengan pemberian tali asih kepada puluhan siswa berprestasi. Menurut Arif, siswa berprestasi merupakan aset masa depan bangsa yang perlu didukung agar terus berkembang, baik akademik, penguasaan teknologi, maupun pembentukan karakter.

Kegiatan edukasi literasi digital dan pemberian tali asih tersebut turut disponsori UD Hutajulu Furnitur, dengan Bhineka News dan pab-indonesia.co.id sebagai media partner.

Terkini