Bukan Sekadar Rekor, 900 Peserta Kodaeral I Belajar Jadi Penolong di Saat Genting

Sabtu, 19 September 2026 | 12:28:00 WIB

BELAWAN,PAB  – Menolong seseorang dalam kondisi darurat tidak selalu membutuhkan peralatan medis yang lengkap. Dalam situasi tertentu, pengetahuan dan keberanian untuk memberikan pertolongan pertama justru menjadi hal yang sangat berarti, bahkan dapat menentukan keselamatan seseorang.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar secara serentak oleh Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumah Sakit (Rumkit) Kodaeral I.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Diskes dan Rumkit Kodaeral I melaksanakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam rangka HUT TNI Ke-81 Tahun 2026 dengan tujuan memecahkan Rekor MURI yang dilaksanakan di Ged. Yos Sudarso dan OB. Syaaf, Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (19/09/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 sekaligus mendukung upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan pelatihan BHD secara serentak yang terpusat di Jakarta.

Di Kodaeral I, kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas siswa dan siswi SMA/SMK, guru dan karyawan Yayasan Hang Tuah, serta masyarakat umum.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dasar pertolongan pertama pada kondisi henti jantung, henti napas, tersedak, dan situasi darurat lainnya, sehingga diharapkan mampu menjadi penolong pertama di lingkungan masing-masing sebelum bantuan medis profesional tiba.

Terkini