Rebutan Proyek Tender SPAM, Sejumlah Pria Keroyok Warga di Kantor Bappeda Langkat

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:11:55 WIB
Ket.foto: pelaku inisial FM

STABAT, PAB --- Sekelompok pria mengeroyok sejumlah warga di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) itu diduga dipicu rebutan proyek.

"(Motifnya) diduga rebutan proyek," kata Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).


Ghulam mengatakan kejadian terjadi di Kantor Bappeda Langkat, Jalan T. Amir Hamzah, Kecamatan Stabat, sekira pukul 14.00 WIB.

Peristiwa berawal saat korban M. Fatih (21) bersama sejumlah temannya, di antaranya Ananda (22), dan M. Sultan, (22) sedang berada di kantor Bappeda Langkat untuk memverifikasi berkas proyek tender SPAM PUPR Langkat. Korban disebut merupakan pihak pemenang tender proyek tersebut.

Selang beberapa waktu, pelaku Fajar Mulia, (37), bersama sejumlah temannya datang dan mengadang para korban agar tidak bisa memverifikasi berkas proyek itu.

"Tujuan pelaku mengadang korban untuk menggagalkan pemenang proyek hadir pada tahap verifikasi berkas," jelas Ghulam.

Cekcok antara kelompok korban dan pelaku pun terjadi. Lalu para pelaku mengeroyok korban dan dua temannya dengan cara memukuli dan menginjak tubuh para korban. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi berupaya melerai aksi tersebut.

Setelah kejadian, para korban berupaya tetap membuktikan berkas tender. Namun waktu verifikasi telah tutup karena sudah pukul 16.00 WIB. Pada hari yang sama para korban membuat laporan ke Polres Langkat.

  
Usai menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan. Salah satu pelaku bernama Fajar Mulia ditangkap di Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, pada Selasa 11/8/2026.

"Petugas kepolisian berangkat ke alamat dimaksud untuk melakukan penangkapan. Sekira pukul 14.52 WIB, tersangka berhasil ditangkap di TKP," jelas Ghulam.

Usai ditangkap, Fajar diboyong ke Polres Langkat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ghulam menyebut pihaknya masih menyelidiki pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan itu.

Antara korban dan para pelaku diketahui masih merupakan anggota ormas yang sama.

"Pelaku lain masih kami kejar," pungkasnya.

Terkini