23 Hari Jelang Rakernas APEKSI XVIII, Pemko Medan Kebut Matangkan Persiapan

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:25:08 WIB

MEDAN, PAB – Pemerintah Kota Medan terus memacu persiapan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau Rakernas APEKSI 2026. Dengan waktu 23 hari menjelang pembukaan pada 28 Juni 2026, Pemko Medan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan.

Kepastian itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan M. Sofyan saat memimpin rapat koordinasi bersama Sekretariat APEKSI di Balai Kota Medan, Jumat, 5 Juni 2026. Rapat tersebut mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

"Hari ini tersisa 23 hari lagi menjelang 28 Juni, dimulainya rangkaian Rakernas APEKSI di Kota Medan. Pemko Medan terus melakukan persiapan untuk semakin mematangkan perhelatan akbar ini," kata M. Sofyan.

Rapat koordinasi khusus tersebut juga diikuti Sekretariat Dewan Pengurus dan Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam melalui sambungan virtual. Dalam rapat, M. Sofyan menyampaikan Pemko Medan secara konsisten menggelar evaluasi berkala agar setiap kendala di lapangan dapat terdeteksi dan ditangani cepat oleh instansi terkait.

"Alhamdulillah, sampai saat ini semua berjalan lancar. Evaluasi terus kami lakukan untuk mengetahui progres kesiapan secara detail," ujarnya optimistis.

Dalam pertemuan itu, pimpinan perangkat daerah terkait juga memaparkan progres berbagai agenda yang akan mengisi Rakernas APEKSI XVIII. Agenda tersebut tidak hanya berfokus pada forum rapat kerja, tetapi juga rangkaian acara pendukung.

Melalui rapat persiapan ini, Pemko Medan berkomitmen menjadikan Rakernas APEKSI XVIII tidak hanya sukses sebagai forum pemerintahan, tetapi juga sukses menyajikan pesta budaya dan ekonomi kreatif yang berkesan bagi para wali kota dan delegasi dari seluruh kota di Indonesia.

Rakernas APEKSI XVIII dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juni 2026 di Kota Medan. Forum tahunan ini akan dihadiri wali kota dari ratusan pemerintah kota se-Indonesia untuk membahas isu strategis pembangunan perkotaan.

Terkini