Huzrin Hood: Saya Hanya Ingin Rakyat Kepri Makmur

Dibaca: 1714 kali  Rabu,18 Desember 2019 | 16:29:39 WIB
Huzrin Hood: Saya Hanya Ingin Rakyat Kepri Makmur
Ket Foto : Tokoh Kepri: Huzrin Hood Penggagas Terpentukinya Provinsi Kepri

Jakarta, (PAB)---

Tokoh Kepri, yang juga pengagas terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood mengaku, tekadnya maju pada Pilkada Kepri 2020 mendatang, semata-mata adalah ingin mensejahterakan rakyat Kepri.

"Saya serius dan sudah mewakafkan diri untuk kepentingan masyarakat Kepri. Saya berkeinginan mengembalikan cita-cita pembentukan Provinsi Kepri mensejahterakan masyarakat," katanya, saat berdiskusi dengan PAB-Indonesia di Jakarta baru-baru ini.

Kata Huzrin, Ia ingin mengembalikan dan menghadirkan tujuan pembentukan Provinsi Kepri yang, menurutnya selama 17 tahun ini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

"Terutama soal kesejahteraan. Sebab pengelolaan anggaran dan program pembangunan saat ini terbawa sistem kapitalisme, yang mendahulukan kepentingan kelompok dan golongan, dalam program pembangunan. Dan bukan atas kebutuhan untuk kesejahteraan rakyat,”terangnya.

Kata Huzrin, Kepri kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Sayangnya, SDA tersebut belum terolah maksimal. Dia memberi contoh, APBD Provinsi Kepri jika digunakan dengan tepat dan efisien, sangat cukup untuk memakmurkan rakyat Kepri.
"Tapi karena masih banyak pengadaan-pengadaan dan anggaran jalan-jalan serta seremonial lain yang begitu tidak penting, mengakibatkan program pembangunan yang dilaksanakan tidak tampak," jelasnya.

Alasan inilah yang membuat Huzrin bertekad maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Kepri, karena menurutnya perlu ada perubahan, dan untuk melakukan perubahan, mesti berjuang bersama-sama dengan masyarakat.

Pernyataan Huzrin tentang SDA Kepri memang bukan isapan jempol belaka. Melihat posisi geografis Provinsi Kepulauan Riau yang terbentang dari selat Malaka sampai dengan laut (Natuna) Cina Selatan dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Singapore, merupakan pusat perdagangan dunia, sehingga menjadikan Provinsi Kepulauan Riau memiliki peran strategis.

"Lalu lintas perdagangan dunia.Provinsi Kepri memiliki luas wilayah 251.810 km2. Dimana 96% diantaranya merupakan lautan dan 4% berupa daratan yang di rangkai oleh 2.408 pulau dengan garis pantai sepanjang 2.367,6 km," terang Huzrin.

Fakta menunjukkan  bahwa pusat-pusat kegiatan di Provinsi Kepulauan Riau dapat dijangkau dari Singapura dengan jarak tempuh kurang lebih 1 – 2 jam perjalanan menggunakan sarana transportasi laut. Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari 5 (lima) kabupaten dan 2 (dua) kota, meliputi Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Tanjungpinang, dan Kota Batam.

Tak berlebihan jika Huzrin menyebutkan bahwa potensi pertambangan batuan dan logam yang ada di Provinsi Kepulauan Riau berupa jenis bahan tambang yaitu bauksit, timah, batu besi, granit, pasir darat dan pasir laut memiliki nilai ekonomis sangat tinggi.

SDA yang disebutkan Huzrin, diantaranya batu granit di wilayah Karimun, Bintan, Lingga dan Kepulauan Anambas. Kemudian pasir di wilayah Karimun, Bintan, dan Lingga. Timah di wilayah Karimun dan Lingga. Bauksit di wilayah Karimun, Bintan, dan Lingga. Biji Besi di wilayah Lingga dan Kepulauan Anambas.

Huzrin juga menyebutkan, lebih dari 95% wilayah Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah perairan laut, mengidentifikasikan bahwa potensi sumber daya perikanan laut sangat besar.

Secara garis besar, jenis sumber daya ikan yang terdapat di perairan laut Kepri adalah: kelompok sumber daya ikan pelagis (tongkol, tenggiri, kembung, layang, teri dan sebagainya), kelompok sumber daya ikan demersal [kakap merah, kurisi, beloso, bawal, dsb), kelompok sumber daya ikan karang (kerapu, baronang, napoleon, dsb), kelompok sumber daya moluska (cumi-cumi, sotong, dsb), dan kelompok sumber daya krustase [kepiting, rajungan], dan kelompok sumber daya udang.

Sedangkan untuk potensi sumber daya ikan laut di Laut Cina Selatan (WPP 711) diperkirakan sebesar 1.057.050 ton/tahun dan diperkirakan wilayah perairan laut Kepulauan Riau memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 860.650,11 ton/tahun meliputi ikan pelagis besar sejumlah 53,802.34 ton/tahun, ikan pelagis kecil sejumlah 506.025.30 ton/tahun, ikan demersal sejumlah 272.594,16 ton/tahun, ikan karang sejumlah 17.562.29 ton/tahun, lainnya (cumi, udang, lobster) sejumlah 10.666,02 ton/tahun.

Total potensi sumber daya ikan di perairan laut Kepri sebesar 689.345.17 ton/tahun terdiri dari ikan pelagis besar sejumlah 16.48329 ton/tahun, ikan pelagis kecil sejumlah 14630934 ton/tahun, ikan demersal sejumlah 491.653,06 ton/tahun, Krustase (Udang, Kepiting, Rajungan, Lobster, Mantis) sejumlah 4402,70 ton/tahun, Moluska (Cumi, Sotong, Gurita) sejumlah 30.496,77 ton/tahun.Potensi perikanan tangkap di Provinsi Kepulaun Riau terbesar berada di perairan Natuna dengan tingkat pemanfaatan baru mencapai 4-6% dari total potensi Kabupaten Natuna sebesar 504.212,85 ton/tahun [58,59% dari total potensi Provinsi Kepulauan Riau) , diikuti Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.

Provinsi Kepri yang memiliki laut seluas 24.121.530,0 ha (95,79%] dan daratan seluas 1.059.511,0 ha (4,21%), kata Huzrin Hood juga menyimpan potensi pengembangan perikanan budidaya (akuakultur) yang sangat besar, terutama budidaya laut [marikultur).

Diperkirakan terdapat kurang lebih 455.7799 ha areal laut yang berpotensi untuk pengembangan marikultur, yang terdiri dari 54.672,1 ha untuk marikultur pesisir (coastal marine culture) dan 401.1079 ha untuk marikultur lepas pantai [offshore marine culture) yang tersebar hampir di setiap kabupaten/kota, potensi pengembangan marikultur yang tinggi adalah Kabupaten Lingga, yakni mencapai 19.054 ha untuk coastal marine culture dan sekitar 226.538 ha untuk offshore marine culture.

"Dengan luas daratan 1.059.511,0 ha, Propinsi Kepri memiliki potensi pengembangan perikanan budidaya air payau dan tawar yang diperkirakan masing-masing seluas 2.063 ha dan 819 ha, dan menyebar hampir di semua Kabupaten/Kota," tambah Huzrin.

Geram dengan semua potensi yang belum terolah dengan baik itu, membuat Huzrin membulatkan tekad untuk maju di Pilkada 2020, semata-mata hanya ingin mensejahterakan rakyat dan menjadikan Kepri sebagai provinsi terdepan di kawasan pesisir timur Sumatera.

Soal kendaraan politik yang akan mengusungnya, Huzrin mengaku telah menjalin komunikasi serta konsolidasi dengan beberapa partai politik. Dia juga telah melobi sejumlah partai. Tetapi jika dalam dua minggu ini sudah mendapatkan wakil maka akan jalankan sistem independen.

H. Huzrin Hood S.H., M.H., M.Pd.I. (lahir di Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, 27 Oktober 1954 adalah mantan Bupati Kepulauan Riau (Bintan) sejak 17 Januari 2001 hingga 4 November 2003.

Riwayat Pendidikan

1.SDN Sungai Ungar (1968)
2.PGA Tanjung Batu (1973)
3.Universitas Lancang Kuning Pekan Baru, Riau.

Riwayat Jabatan

1.Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Riau (1987-1992)
2.Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Riau (1992-1997)
3.Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Riau (2000-2001)
4.Bupati Kepulauan Riau (2001-2003)

Riwayat Partai Politik

1.Simpatisan dan Kader GOLKAR di Tanjung Batu Kundur (1976)
2.Pembantu komisaris Golkar Tanjung Balai Karimun (1980-1983)
3.Komisaris Golkar Kecamatan Karimun (1983-1987)
4.Ketua Bidang Kerohanian merangkap Wakil sekretaris DPD Golkar Kabupaten Kepulauan Riau (1987-1992)
5.Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Kepulauan Riau merangkap Sekretaris FKP DPRD Kabupaten Kepulauan Riau (1992-1995)
6.Biro Tani dan Nelayan Golkar Provinsi Riau (1998-2003)
7.Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (2015-sekarang)

Riwayat Organisasi

1.Ketua Yayasan Payung Negeri (1995)
2.Memprakarsai Berdirinya Badan Penyelaras Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Riau Kepulauan (BP3ER) (1999)
3.Ketua Umum Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), yang sekarang menjadi Badan Penyelaras 4.Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau
5.Anggota Delegasi Indonesia dalam pertemuan serumpun di Singapura (1996)
6.Anggota delegasi Pengusaha Riau di Malaka Malaysia (1997)
7.Ketua Forum Silaturrahmi Kerator Se-Nusantara (FSKN) Wilayah Provinsi Kepualauan Riau.
8.Pemangku adat Kerajaan Melayu Bintan, Ketua Umum Penguyuban Warga Jawa Among Mitro Provinsi Kepulauan Riau
9.Pendiri Gerakan Rakyat Kepri Sukses (GERAK KERIS) ****(Karno Raditya)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »