PHK Tanpa Pesangon,Puluhan Pekerja PT.Wijaya Beton (Wika) Unjuk Rasa

Dibaca: 1143 kali  Selasa,22 Oktober 2019 | 00:09:33 WIB
PHK Tanpa Pesangon,Puluhan Pekerja PT.Wijaya Beton (Wika) Unjuk Rasa
Ket Foto :

DELISERDANG,(PAB)----

Puluhan pekerja buruh pabrik PT.Wijaya Beton (Wika) menggelar aksi demo di depan kantor perusahaan, di jalan Medan-Binjai Km 15,2 Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Senin (21/10/2019).

Mereka menuntut pesangon, setelah beberapa bulan lalu perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak.

Dengan membentangkan sejumlah poster dan spanduk,meminta agar PT.Wijaya Beton (Wika) memberikan pesangon terhadap puluhan buruh yang di PHK,meminta perlindungan negara dalam kebebasan berserikat buruh sesuai dengan UU no 21 Tahun 2000,meminta perlindungan dan kepastian hukum kepada Bapak Kapolda Sumut untuk menjalankan Hukum pelanggaran undang-undang No 21 Tahun 2000 Pasal 28,meminta BPK untuk mengusut keuangan PT.Wika Beton PBB Sumut,meminta perlindungan kepastian hukum kepada Bapak Gubernur Sumut melalui Disnaker untuk menjalankan Permenaker No.19 Tahun 2012 di PT.Wika Beton.
Selain itu mereka juga melakukan orasi. Dalam orasinya, mereka meminta "Pecat seluruh pimpinan di PT.Wika Beton PBB Sumut. 
"Buruh diberhentikan mendadak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon,"jelas RM kepada wartawan salah satu buruh yang di PHK. 

Menurut RM,masa kerja para buruh itu sudah sangat lama, antara 10 sampai 20 tahun. "Ini kan tidak adil, mestinya perusahaan tahu itu,"ujar RM
Diketahui pihak perusahan bahwasan mereka mengikuti anggota SPSI (Serikat Pekerja seluruh Indonesia) mereka para buruh langsung di PHK tanpa terima pesangon,ucap RM

Kordinator unjuk rasa,Paidi merasa keberatan atas sikap yang dilakukan perusahan terhadap buruh yang memberhentikan mereka bekerja (PHK) hanya karena mengikuti anggota SPSI,selain itu ia juga tidak terima karena di PHK tanpa ada menerima pesangon.

"Kami di perusahaan PT. Wika Beton sudah bekerja cukup lama,tapi yang kami terima dari Perusahan tersebut tidak ada,mau makan apa kami,ini jelas tidak adil, jelas Paidi dalam orasinya".(Surya Turnip)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »