Penyerahan Remisi HUT RI ke- 74, Wartawan Dilarang Meliput Berita dalam Rutan Kls 1 Tanjung Gusta

Dibaca: 4506 kali  Minggu,18 Agustus 2019 | 02:59:54 WIB
Penyerahan Remisi HUT RI ke- 74, Wartawan Dilarang Meliput Berita dalam Rutan Kls 1 Tanjung Gusta
Ket Foto : Kepala Kemenkumham Provinsi Sumut, Dewa Putu Gede saat berdiri didepan pintu Rutan Kls 1 Tanjung Gusta Medan

MEDAN,(PAB)----

Puluhan wartawan kecewa terhadap prilaku dan kebijakan Karutan Kls 1 Medan saat acara pemberian remisi para napi di Rutan Kelas I Tg Gusta yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Sabtu (17/8/2019) sehingga menuai protes awak media atas larangan masuk ke gedung lapas tersebut untuk melakukan liputan penyerahan remisi umum di Perayaan HUT RI ke 74.

Belum diketahui dasar yang jelas mengapa wartawan tidak diperbolehkan masuk dalam kepentingan liputan penyerahan remisi dihari kemerdekaan RI tersebut, sehinga  Puluhan awak media yang berada di lokasi merasa kecewa lantaran tidak diberi masuk petugas sipir Tg.Gusta dibawah pimpinan Rudi Frans Elias Nico Sianturi selaku Kepala Rutan Kelas I Tg.Gusta Medan dalam acara pemberian Remisi para napi.

Aksi larangan masuk peliputan berita itu, bermula saat Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bersama rombongan hendak memasuki ruang gedung lapas tanjung gusta, tiba- tiba saja terjadi pengawalan ketat terhadap pejabat dan rombongan Gubernur Sumut sehingga membentuk pagar betis terhadap awak media yang akan menyusul masuk kedalam gedung.

"Tunggu, wartawan jangan masuk dulu biarkan penjabat duluan nanti  wartawan boleh menyusul" teriak petugas keamanan inisial J.S sembari memberi isyarat kepada petugas lapas untuk menahan wartawan agar tetap berada diluar.

Ada yang mengganjal terdengar dari suara petugas sipir bebadan gemuk tersebut, dirinya sempat takut ketika wartawan hendak masuk kedalam Rutan Kls I Tg.Gusta Medan.

“hati – hati kamera mereka kalau masuk kedalam” katanya.

Dari ucapan petugas tersebut, terlihat bahwa para sipir ketakutan terhadap aktifitas wartawan di dalam Rutan yang melakukan liputan kepada para napi, dugaan kekwatiran petugas diduga berkaitan dengan pemberian remisi syarat KKN. 

Begitupun para awak media mencoba untuk tetap masuk kedalam, namun gagal lantaran puluhan petugas sipir Rutan Kls I Tg.Gusta Medan berbadan tenggap menghadang di depan pintu masuk Rutan.

Mendapat perlakuan penghambatan tugas jurnalistik wartawan, puluhan wartawan yang dihadang masuk mempertanyakan mengapa wartawan tidak diberi masuk untuk meliput kegiatan Gubernur?

Para sipir mengatakan bahwa ini sesuai perintah dari atasan.

“ini perintah bang wartawan silakan tunggu di luar saja. nanti kalau sudah selesai baru boleh bang” kata beberapa petugas Sipir Rutan Kls I Tg.Gusta Medan yang belum diketahui namanya itu.

Salah seorang wartawan media on-line menyebutkan sikap tertutup Karutan Tj. Gusta dibawah Binaan Departemen Hukum dan Ham Provinsi Sumatera Utara sangat tidak relevan dan sangat disayangkan, prilaku menghalangi tugas peliputan adalah pelanggaran HAM bagi wartawan juga fungsi wartawan dalam Undang-undang Pers No.40 Tahun 2008. 

“Kita sangat kecewa bang, sudah menjadi hal yang umum dan penting bagi mass media melakukan peliputan aktifitas di Gedung Lapas Tanjung Gusta, apalagi ini moment pemberian Remisi HUT RI bagi napi di seluruh Indonesia" ujarnya.

Ironisnya, larangan liputan di dalam rutan kls 1 Tanjung Gusta baru terjadi pada tahun ini, dimoment HUT RI ke-74 dibawah kepemimpinan kepala Rutan Tj. Gusta, Rudi Frans Elias Nico Sianturi dengan kepala Kementrian Departemen Hukum dan Ham, Dewa Putu Gede.

Sementara itu, Kepala Kemenkumham, Dewa Putu Gede saat diwawancarai awak media sehabis melepas keberangkatan rombongan Gubsu dan DPRD Su saat seusai acara penyerahan remisi HUT RI ke-74  menepis tudingan larangan peliputan media, hanya tidak memberi ijin masuk untuk melakukan pemotretan teruji besi saja

"Ini pengalaman kita pada jaman masih wamen Amir, ada insiden pelanggaran Ham saat itu, karena teruji besi" ujarnya kepada wartawan mencoba menjelaskan.

Lanjutnya, Ia meminta agar wartawan berfikir positif, dan memaklumi kondisi yang ada, tanpa penjelasan lebih jauh.( Evi)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »