BBKP Belawan Belum ijinkan Masuk 2.000 Ekor Sapi 

Dibaca: 222 kali  Selasa,09 Juli 2019 | 21:15:23 WIB
BBKP Belawan Belum ijinkan Masuk 2.000 Ekor Sapi 
Ket Foto : Sapi impor asal Australia.(Foto/Surya)

BELAWAN,(PAB)--'

Lebih dari 2.000 ekor sapi impor asal Australia belum diizinkan masuk Sumatra Utara. Itu karena sapi-sapi tersebut masih harus menjalani pemeriksaan oleh Balai Karantina Pertanian Belawan.

Rapi Silalahi, Paramedik Karantina Balai Karantina Pertanian (BKP) Belawan kepada Pab-indonesia.co.id selasa(9/7/19) mengungkapkan sebanyak 2.012 ekor sapi tersebut sebenarnya sudah sampai di Pelabuhan Belawan pada hari Jumat 5 Juli 2019.

“Namun sapi-sapi yang dilalulintaskan lewat Belawan itu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dibawa ke tujuan,” ujarnya

Dia menjelaskan, secara umum, petugas BKP melakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik, kelengkapan dan kesesuaian dokumen.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi apakah sapi-sapi yang didatangkan oleh PT Lembu Andalas Langkat itu tertular hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), atau tidak.

Setelah sapi-sapi senilai total Rp 23 miliar lebih itu dipastikan tidak tertular HPHK, selanjutnya BKP menerbitkan dokumen KH-5 (persetujuan bongkar) dan KH-7 (perintah masuk IKH).

Dirinya pun menjelasksan, sapi-sapi tersebut sebenarnya sudah memiliki sertifikat kesehatan dari otoritas Australia. Namun BKP tetap berkewajiban memeriksanya

Meskipun kapal pengangkut sudah sandar di pelabuhan, tetapi sapi tidak boleh dikeluarkan. Di dalam kapal mereka terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan awal.

Dalam proses ini, petugas melakukan pemeriksaan dengan mengamati kondisi fisik setiap sapi. Fisik sapi diidentifikasi secara kasat mata sesuai dengan ciri-ciri kesehatan hewan dalam ilmu kedokteran hewan.

“Sering hanya dengan mendeteksi fisiknya saja petugas kita sudah tahu apakah hewan ternak itu tertular HPHK atau tidak,” ujarnya.

Setelah sapi-sapi tersebut dipastikan tidak bermasalah secara fisik, maka mereka boleh dikeluarkan dari kapal angkut. Untuk tindakan ini, BKP menerbitkan dokumen KH-5 dan KH-7

Setelah dikeluarkan dari dalam kapal, hewan-hewan itu kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan pada instalasi karantina hewan (IKH). Di sini mereka diperiksa lebih detil, seperti penelitian sampel darah dan sebagainya.

Setelah itu semua selesai dan tidak ditemukan masalah, barulah sapi-sapi tersebut boleh dikeluarkan dari pelabuhan dengan penerbitan dokumen KH-14.

“Proses karantina ini kami lakukan selama 10 hari mau berapa ekor pun hewan ternaknya karena itu sudah menjadi ketentuan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya pemeriksaan ini adalah kali ketujuh BKP Belawan melakukan karantina terhadap hewan/sapi impor, sepanjang tahun.

Namun kali ini jumlah hewan yang masuk tergolong paling banyak dari sebelum-sebelumnya yang hanya rerata 5.000 ekor. Dan sejauh ini pihaknya belum menemukan kejanggalan dari sapi-sapi tersebut.(surya atm)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »