LSM GPRI DPD SU Minta  Ispektorat Usut Dugaan Korupsi Dana BOS  SMP  St Thomas I Medan

Dibaca: 161 kali  Kamis,30 Mei 2019 | 20:09:43 WIB
LSM GPRI DPD SU Minta  Ispektorat Usut Dugaan Korupsi Dana BOS  SMP  St Thomas I Medan
Ket Foto : Sekretaris DPD LSM GPRI, John F Girsang

MEDAN, (PAB) ----

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Sumatera Utara menilai ada dugaan korupsi penggunaan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) yang diduga melibatkan  kepala sekolah  SMP St Thomas I Medan Drs MS,sejak 2016 hingga 2018.

Hal ini diungkapkan Sekretaris DPD LSM GPRI John F Girsang kepada media  pab-indonesia.co.id jumat (24/5)mengatakan berdasarkan surat nomor:014/DPD/LSM-GPRI.SU/IV/2019 perihal mohon penjelasan dan klarifikasi tentang realisasi pengelolaan keuangan Negara yang berpotensi diduga memperkaya diri dan kelompok serta berdampak merugikan keuangan Negara sampai  ratusan juta rupiah.


Jhon F Girsang menyebutkan  kepala sekolah SMP ST.Thomas I Medan,Drs MS diduga tidak memperhatikan secara cermat penggunaan dana BOS sesuai petunjuk teknis(Juknis) dengan 13 komponen tahun anggaran(TA) 2016,karena ditemukan berbagai  kejanggalan atas pelaporan realisasi penggunaan dana BOS yang bersumber dari  APBN.

"Kami menemukan adanya  kejanggalan pelaporan penggunaan dana BOS 2016 diduga kegiatan pembelajaran dan extra kurikuler siswa triwulan pertama  Rp 187.036.000.Triwulan kedua Rp 73.756.450.Dan Triwulan ketiga Rp 59.785.000.serta Triwulan keempat hingga Rp 121.882.000.Sebab perbandingan triwulan pertama dengan triwulan 2,3 dan 4 sangat jauh berbeda, "ujar Jhon Girsang.

Selain itu, menurut Jhon Girsang mengungkapkan penggunaan dana BOS TA 2017 sesuai Juknis Permendikbud No. 26 Tahun 2017 tentang Juknis bantuan operasional sekolah sudah diatur pengembangan perpustakaan dan pembayaran buku hanya pada triwulan kedua,dimana penyaluran dana BOS triwulan kedua seluruhnya 40%,yaitu 20% untuk pembelian buku dan 20% lagi biaya operasional sekolah.Namun faktanya sangat berbedah.

"Saya menilai kepsek Drs MS tidak menguasai juknis dana BOS, sesuai rekapitulasi diketahui triwulan pertama Rp 57.550.000,triwulan kedua Rp 26.251.750.triwulan ketiga Rp 230.558.000,dan triwulan keempat Rp 42.833.000.Besar kemungkinan adanya penggelembungan anggaran sehingga dapat merugikan keuangan negara,"kata Jhon Girsang.

Kemudian,kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa pada 2017 diduga ada penggelembungan anggaran, dimana triwulan pertama Rp 64.675.000,triwulan kedua Rp 33.119.000,namun triwulan ketiga Rp 93.309.000,dan triwulan Rp 56.764.000,.

"Sangat disayangkan bila triwulan ketiga dengan triwulan I, II dan IV perbandingan pengeluaran  anggaran sangat jauh berbeda, padahal kegiatan hampir sama,hal ini sudah jelas menimbulkan kecurigaan penggelembungan anggaran, "sebut Jhon f Girsang.

Selanjutnya kata Jhon f Girsang kejanggalan  pada tahun 2018 komponen pembelian dan perawatan alat multimedia pembelajaran diduga mengabaikan Juknis Permendikbud No 1 Tahun 2018 karena  pembelian alat multi media pembelajaran untuk digunakan 
dalam proses pembelajaran  jumlah  5 unit/tahun dengan harga maksimal Rp 7.000.000/unit.

"Bila kita jumlahkan pembelian/perawatan alat multimedia sejak triwulan I, II, III dan IV mencapai Rp 193.053.000,kuat dugaan adanya indikasi korupsi,"bebernya.

Sekretaris LSM GPRI Jhon F Girsang  berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan dan Inspektorat bertindak tegas sehingga penggunaan dana BOS tepat sasaran , berwibawa dalam pengelolaan keuangan Negara.

 "Sudah saatnya Inspektorat Medan melakukan audit dan Pihak  Yayasan Don Bosco melakukan evaluasi  terhadap kinerja Drs MS sebagai Kepala sekolah SMP St Thomas I Medan ,"terang Jhon F Girsang peduli Pendidikan. 

Sementara Kepala sekolah SMP St Thomas I Medan Drs MS ketika dikonfirmasi media pabindonesia.co.id di kantornya,Jl.S Parman Medan tidak berada diruangannya dan menurut petugas Satpam sekolah mengatakan kepala sekolah sedang ada urusan.

"Kepala sedang rapat di Dinas,"ujar satpam marga Simarmata, jumat ( 24/5).tim

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »