Kabar Perselingkuhan Oknum Kasek Di Simalungun Meresahkan

Dibaca: 262 kali  Rabu,29 Mei 2019 | 23:10:12 WIB
Kabar Perselingkuhan Oknum Kasek Di Simalungun Meresahkan
Ket Foto :

SIMALUNGUN, (PAB)----

Moral seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya menjadi panutan dalam lingkungan tempatnya bekerja bahkan sebagai anggota masyarakat. Apalagi menjadi salah satu pimpinan di salah satu kantor atau instansi tertentu.

Namun apa yang terjadi pada lingkungan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun. Kabar perselingkuhan sang Kepala Sekolah (Kepsek) JA menebar aroma yang cukup meresahkan bagi guru-guru dan pegawai di sekolah tersebut. Mereka sangat menyesalkan sikap moral pimpinannya.

"Seharusnya, seorang pimpinan, segala-tindak tanduknya harus menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat, terutama bagi anggota dan anak didiknya, ini kok malah berselingkuh," gerutu mereka kepada pab-Indonesia.co.id, Selasa (28/5/2019).

Bahkan tak sedikit diantara mereka mengharapkan agar sang Kepsek untuk bersikap jentlemen untuk dengan secara sadar segera mengundurkan diri dari tugas tambahan sebagai seorang kepala sekolah.

Perselingkuhan sang Kepsek ini disebut-sebut dengan seorang wanita yang jelas-jelas memiliki suami. Awal tersebarnya informasi tersebut sejak adanya warga melihat keduanya keluar dari salah satu hotel kelas melati pada Jumat (24/5/2019) lalu di sekitaran jalan lintas Siantar-Saribudolok, Kabupaten Simalungun.

Ketika kabar perselingkuhannya hendak dikonfirmasi via telepon selularnya, sang Kepsek tidak mengangkat telepon walau terdengar nada sambung pertanda sedang aktif. Bahkan dilayangkan pesan singkat (sms) pun tidak berbalas.

Sementara Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Huta Bayu Raja, Amir Sinaga saat dimintai tanggapannya terkait kabar perselingkuhan si kepsek, malah mengaku pusing karena menurutnya kabar tersebut sudah tersebar luas. 

Dikatakannya, bahwa yang lebih membuat dirinya pusing karena sudah dimintai atasannya di Kabupaten untuk segera memanggil si Kepsek dan secepatnya membuat laporannya.

"Akupun sudah pusing gara-gara kabar tersebut, bahkan sudah diperintahkan dari Kabupaten untuk segera memanggilnya dan membuat laporan," ujar Amir Sinaga. (MS/Red)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »