Dampak Jalur Tol Tebing Tinggi -Kualanamo

Sepi Pembeli, Pengusaha Gulung Tikar Dodol Khas Sergai Terancam Punah

Dibaca: 2405 kali  Sabtu,25 Mei 2019 | 12:31:36 WIB
Sepi Pembeli, Pengusaha Gulung Tikar Dodol Khas Sergai Terancam Punah
Ket Foto : Pedagang dan pengelola dodol Khas Sergai, Hayati (foto:Bambang)

SERGAI,(PAB)----

Pasar Bengkel Perbaungan  merupakan pusat kuliner jajanan oleh-oleh yang didominasi Dodol sebagai makanan kebanggaan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Makanan Cemilan Dodol Khas Sergai cukup dikenal di Sumatera Utara khususnya, namun saat ini  makanan yang terbuat dari Ketan (pulut) ini mengalami penurunan drastis pembeli. 

Terlihat kios- kios Dodol  yang berlokasi di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) , Desa Bengkel ,  Kecamatan Perbaungan  Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara sekarang ini tampak sepi dari pembeli sehingga terdegar kabar banyak pengusaha Jajanan Dodol yang mengalami Gulung Tikar. 

Menanggapi Hal ini  Kades Bengkel, Adnan  Nst merasa  prihatin dan menurutnya daya beli konsumen semakin menurun dari tahun ketahun hingga menurunan drastis Dan terparah terjadi ditahun ini.

" Lemahnya inovasi dan kreasi kemasan Dodol dalam mengikuti Perkembangan jaman dan  inovasi sistim pemasaran juga mempengaruhi minat pembeli" ujarnya kepada pab-indonesia.co.id, Jumat (24/ 5/19).

Selain itu, sepih nya pembeli dodol juga ditenggarai faktor lintas lokasi kios yang terkendala karena Infrastuktur Jalur Tol Tebing Tinggi -Kualanamo sehingga berdampak jangkauan akses konsumen untuk singgah memberi dan bertransaksi. 

"Dampak pembangunan Jalur Tol Tebing Tinggi -Kualanamo setidaknya  mengurangi pendapatan masyarakat penjual dodol hampir 70%, yang berpotensi ancaman serius bagi pengelola (pengusaha) dodol Gulung Tikar" imbuh Adnan. 

Yang mana menurut Adnan, Sepi pembeli karena akses transaksi yang terhalang jalur pembangunan Tol Tebing Tinggi menuju Bandar Kualanamo  ini menyebabkan sedikitnya 40 kios tidak lagi berjualan (tutup) yang hanya menyisakan 50 kios dari 90 kios yang ada" tuturnya. 

Adnan berharap kepada Pemkab Sergai  secepat nya  mencari solusi cemilan dodol khas Sergai tidak punah.

Harapan yang sama juga diungkapkan salah seorang pedagang dan pengelola dodol Hayati yang berharap pemkab Sergai segera membuat kebijakan untuk pengalokasian tempat baru untuk memberi tempat bagi pedagang kembali merasakan dagangan ramai. 

"Kami berharap mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk mendapatkan lokasi baru untuk berdagang Dodol ke persimpangan jalur Tol dan menata lokasi kios- kios dodol agar lebih menarik sehingga cemilan Dodol bengkel Sergai mempunyai daya tarik tersendiri , dan tidak punah" ungkap Hayati. 

Hayati mengaku mengalami penurunan penghasilan dan merugi yang semakin mengkwatirkan baginya dan seluruh pedagang lain saat ini karena kebutuhan hidup meningkat di Bulan puasa dan menjelang lebaran sementara dagangan sepi.  

"Penurunan drastis ini kami rasakan sejak di buka nya jalur Tol Tebing Tinggi -Kuala Namo, biasa kami bisa mengolah Dodol 1,(satu) Hari 30 kg sekarang hanya 10 kg, itu pun tergantung pesanan sehingga pendapatan kami menurun  70% sampai 80%" ungkap Hayati.

Dodol Hayati sendiri sudah ada sejak tahun 1980, dodol yang ada di pasar bengkel SERGAI ini mempunyai ragam khas rasa, namun yang paling di minati konsumen rasa original dan rasa Durian .  (Bambang)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib64/php/modules/suhosin.so' - /usr/lib64/php/modules/suhosin.so: undefined symbol: php_checkuid

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: