Instruksi Jokowi kepada TNI dan Polri soal Pembunuhan di Papua

Dibaca: 2416 kali  Selasa,04 Desember 2018 | 11:04:25 WIB
Instruksi Jokowi kepada TNI dan Polri soal Pembunuhan di Papua
Ket Foto : Presiden RI Jokowi menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut, dan TNI-Polri telah diberikan instruksi untuk mengamankan jalannya proyek. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

JAKARTA,(PAB)----

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Perintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian untuk menyelidiki kasus pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua terkait informasi kasus pembunuhan pekerja proyek jembatan itu terbilang simpang siur.

Jokowi sendiri mengaku mengenal medan Kabupaten Nduga yang terjal dan minim akses komunikasi. Oleh karenanya, ia meminta detail kasus itu terkonfirmasi terlebih dulu.

"Di Nduga itu tidak ada sinyal, sehingga ini masih perlu dikonfirmasi di sana, apakah betul kejadiannya seperti itu. Saya tadi pagi sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk dilihat dulu karena ini masih simpang siur," kata Jokowi di Jakarta, Selasa (4/12).

Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur di Papua memang rentan dengan masalah keamanan. Karena itu, pengamanan ekstra dibutuhkan demi menjalankan proyek infrastruktur di Papua, seperti melibatkan unsur TNI. 

Itu pun sebetulnya sudah dilakukan pemerintah ketika akan mengerjakan proyek konstruksi di Papua. Oleh karena itu, sambung pria yang pernah mengendarai sepeda motor trail saat meninjau proyek infrastruktur di Papua itu menegaskan pemerintah tak akan gentar dengan insiden ini.

"Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu. Tapi kita tahu, pembangunan di tanah Papua medannya sangat sulit dan masih ada gangguan keamanan seperti pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). 

Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKB dan 10 lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.(*)

Akses pab-indonesia.co.id Via Mobile m.pab-indonesia.co.id
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »